INDRAMAYU, (FC).- Wendy Satrio (11), bocah pengidap penyakit thalasemia beta warga Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu akan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Seperti diketahui, akibat penyakitnya tersebut, kondisi Wendy Satrio semakin memburuk. Perutnya kian membesar setiap hari akibat penyakit tersebut, Wendy Satrio juga kerap kali merasakan perih yang teramat dari perutnya itu.
Thalasemia sendiri diketahui merupakan kelainan genetik yang merusak sel darah merah. Salah satu jenis yang paling umum terjadi adalah thalasemia beta.
“Alhamdulillah sudah dikunjungi oleh tim Dokter Masuk Rumah (Dokmaru),” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara, Selasa (7/12).
Deden menambahkan, di RSUD Indramayu, Wendy Satrio juga akan dilakukan transfusi darah. Pemerintah daerah pun, rencananya akan membawa Wendy Satrio untuk selanjutnya dirujuk ke RSHS Bandung untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, Wendy Satrio terpaksa harus putus sekolah akibat penyakit yang dideritanya tersebut, ia putus sekolah sejak dua tahun lalu.
Alasan Wendy Satrio putus sekolah, karena tidak kuat menahan kondisi perutnya yang terus membesar.
“Seharunya itu sekarang kelas 6, soalnya putus sekolah sejak kelas 4,” ujar Koordinator Lembaga Perlindungan Anak Indramayu (LPAI) Adi Wijaya.
Adi menyampaikan, alasan Wendy Satrio berhenti sekolah, karena ia tidak kuat menahan kondisi perutnya yang terus membesar.
Dari perutnya itu, Wendy Satrio selalu merasakan perih, hingga membuatnya sulit berjalan. Selain itu, kaki dan tangan Wendy Satrio diketahui juga mengalami pengecilan, tubuhnya pun tampak kurus.
Dikatakan Adi, orang tua bocah malang tersebut sangat berharap adanya pihak yang peduli untuk kesembuhan Wendy Satrio.
“Ibunya sangat berharap Wendy bisa sembuh, jika sembuh ia ingin anaknya bisa kembali sekolah,” pungkasnya. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post