KAB.CIREBON, (FC).- Sebagai strategi peningkatan kualitas pelayanan publik di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Cirebon. UPTD Labkesda Kabupaten Cirebon meluncurkan inovasi pelayanan publik bertajuk “SPOT LABKESDA” yaitu Sistem Pendaftaran Online Terintegrasi di UPTD Labkesda.
Inovasi ini digagas oleh dr Citra Setanggi selaku project leader, sekaligus Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Cirebon. Sebagai bagian dari Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) tahun 2025.
Inovasi SPOT LABKESDA diharapkan hadir untuk menjawab permasalahan dalam proses pendaftaran pelayanan laboratorium di UPTD Labkesda, yang selama ini masih dilakukan secara manual dan mengakibatkan beberapa kendala seperti penumpukan antrian pasien dan lamanya waktu tunggu.
“Diharapkan dengan adanya inovasi SPOT LABKESDA dapat mempermudah dan memperlancar pelayanan di UPTD Labkesda Kabupaten Cirebon,” kata dr Citra Setanggi, Rabu (5/11).
Menurutnya, penumpukan antrian pasien sering terjadi terutama pada musim-musim tertentu. Seperti saat ini yaitu pemeriksaan kesehatan calon Jemaah haji, penerimaan CPNS / PPPK dan agenda lain yang jumlah pengguna layanannya sangat banyak.
“Diharapkan melalui inovasi SPOT LABKESDA dapat mempercepat waktu pelayanan pendaftaran laboratorium dan mempermudah akses masyarakat,” katanya.
Keuntungannya, lanjut dr Citra, dengan adanya layanan inovasi SPOT LABKESDA ini pengguna layanan dapat melakukan pendaftaran kapan dan dimana saja, tanpa perlu melakukan antrian di loket pendaftaran.
“Fitur aplikasi berupa SPOT Labkesda ini mudah digunakan oleh masyarakat, cukup dengan melakukan scan QR Code atau mengakses alamat website https://labkesdakabcirebon.prolablis-dev.my.id/reservasi/,” jelasnya.
Caranya, masih dikatakan dr Citra, masyarakat hanya cukup mengisi form pendaftaran, kemudian pasien langsung mendapatkan ID pelanggan dan nomor antrian online. “Alhamdulillah, inovasi SPOT LABKESDA ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat pengguna layanan maupun dari instansi perujuk dan KBIH,” ungkapnya.
Inovasi ini akan menjadi pijakan awal menuju modernisasi pelayanan berbasis digital di UPTD Labkesda, yang akan dikembangkan secara berkelanjutan, demi peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Sementara itu, Andri warga Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber mengaku sangat terbantu dengan adanya inovasi SPOT LABKESDA ini. Pasalnya, biasanya ia harus mengantre dulu, ini tinggal scan QR barcode sudah dapat antrian.
“Scan barcode sambil duduk, isi form dan sudah. Kita dapat antrian. Pokoknya sangat memudahkan pelayanan lah,” kata Andri. (Ghofar)




















































































































Discussion about this post