INDRAMAYU, (FC).- Rokaya (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu minta tolong kepada Presiden Indonesia agar dipulangkan dari tempat kerjanya di Arbil, Irak lantaran sakit parah dipaksa majikannya untuk kerja
Permohonan dipulangkan itu diungkapkan Rokayah lewat rekaman video yang disebarkan lewat media sosial agar bisa dipulangkan ke tanah air.
Dalam rekaman video itu, Rokaya berbicara dengan suara serak. Ia juga meneteskan air mata, dan wajahnya pun pucat.
Rokaya mengatakan, ia tidak tahan lagi dengan sakit yang dideritanya, leher hingga kepalanya semua terasa sakit.
Dia juga keluhkan pada penglihatannya terdapat banyak bintik hitam, kepalanya sering pusing dan harus minum obat sakit kepala 3 kali dalam sehari.
Otot leher dan kepala bagian belakangnya pun semuanya sakit.
Masih dalam video itu, Rokaya juga memperlihatkan kondisi pundaknya yang membengkak.
“Pak Presiden bantu aku pak, pulangkan saya ke Indonesia, saya sudah gak kuat lagi pak kerja, tolong pulangkan saya,” ujar dia melalui rekaman video.
Keluarga TKW tersebut berharap, Rokaya bisa dipulangkan ke Indonesia, mengingat kondisinya yang mengkhawatirkan.
Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, belum dipastikan penyakit apa yang diderita Rokaya.Pasalnya, Rokaya tidak mendapat izin dari majikan untuk berobat. Walau dalam kondisi sakit, ia tetap diminta untuk terus bekerja.
Pihaknya pun akan mengupayakan agar Rokaya untuk mendapat perawatan, termasuk upaya membantu pemulangannya ke Indonesia.
“Terakhir Informasi yang masuk Rokayah sudah ditangani Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baghdad dan dibawa ke dokter untuk mendapat perawatan,” ungkapnya.
Juwarih mengatakan, dari pemeriksaan sementara, menurut keterangan dokter, penyakit yang diderita Rokaya berawal dari sakit mata, hanya saja, dampak dari sakit mata itu menjalar hingga ke leher dan kepala.
“Sakitnya ini memang sudah sangat parah dan layak dipulangkan,” ujarnya.
Ia juga berharap, Presiden Joko Widodo bisa mewujudkan keinginan Rokaya yang sangat ingin pulang ke Indonesia. Rokaya sendiri diketahui berangkat ke Arbil, Irak pada 10 Januari 2021 lalu melalui sponsor bernama Saeni warga Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
“Untuk tindakan dari kita, pertama-tama kita akan mengamankan dahulu PMI tersebut dengan meminta bantuan ke pemerintah pusat agar dia bisa secepatnya diselamatkan dari majikan atau dipulangkan karena sakit parah,” pungkasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post