KUNINGAN, (FC).- Wakil Bupati Kuningan, H.M. Ridho Suganda yang juga sebagai ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Kuningan menginginkan pendataan kemiskinan di tingkat Kabupaten Kuningan selesai pada pertengahan tahun 2020 ini.
Hal tersebut disampaikan orang nomor dua di Kabupaten Kuningan itu, disela membuka kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan di Kecamatan Kramatmulya, Kamis (23/1).
Disampaikan Ridho, bahwa penanggulangan kemiskinan tentu pemerintah mengambil langkah. Seperti data kecamatan yang didalamnya area kemiskinan tinggi makan bantuan akan ditambah, kemudian langkah lainnya untuk menunjang program tersebut yaitu adanya peningkatan interpreunership, berupa home industry.
“Jika ada home industry, dan terbangun di semua desa, saya yakin akan membuka lapangan pekerjaan, karena permasalahan angka kemiskinan adalah kurangnya lapangan pekerjaan,” jelas Ridho.
Jika lapagan pekerjaan di Kabupaten Kuningan di buka seluas mungkin, banyak pengusaha berdiri di Kuningan, banyak investasi di kuningan, Ridho menyakini akan terselesaikan permasalahan kemiskinan.
“Karena kemiskinan itu musuh bersama, dikota besar sekalipun kenyataannya lebih banyak yang minta – minta di pinggir jalan, saya jadi bingung, sebab di kita tidak ada seperti itu. Data kemiskinan kita itu dari mana,” ungkap Ridho.
Maka dari itu, Ridho meminta kepada seluruh camat agar kedepan memberikan data selengkapnya, dan sevalidnya agar pihaknya bisa melakukan kegiatan penanggungalangan kemiskinan dengan tepat.
“Camat jangan malu untuk menyampaikan data kemiskinan di wilayahnya, itu penting,” ujar Ridho
Sementara, Ketua Tim Pelaksana Musrenbang Kecamatan Kramatmulya, Nana Supriatna menyampaikan bahwa tujuan Musrenbang yaitu untuk membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan Desa/Kelurahan yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan yang bersangkutan, kemudian membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan Desa.
“Selain itu juga untuk menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi SKPD Kabupaten/kota,” jelas Nana.
Sementara Camat Kramatmulya Guruh Irawan Zulkarnaen yang pernah menjabat sebagai Kepala BNNK Kuningan itu menyampaikan bahwa hasil Musrenbangdes dari 14 desa di wilayah Kecamatan Kramatmulya, ada beberapa usulan, diantaranya usulan infrastruktur dan lingkungan hidup, kemudian bidang ekonomi, dan sosial budaya.
“Untuk bidang infrastruktur dan lingkungan hidup diusulkan 55 kegiatan dengan total anggaran sekitar 16 miliar, kemudian bidang ekonomi sebanyak 13 kegiatan dengan anggaran sekitar 2,3 miliar dan bidang social budaya dengan 8 kegiana dengan anggaran sekitar 1,1 miliar. Jadi dari usulan sebanyak 76 kegiatan itu total anggaran sekitar 19.7 milar,” jelas Guruh. Maka berdasarkan usulan tersebut, lanjut Guruh, hari ini akan kembali didiskusikan untuk menentukan skala priortitas. Dengan tetap memperhatikan perencanaan yang aspiratif dan akuntabel, lebih optimal dan terukur sesuai kebutuhan serta harapan masyarakat. (ali)









































































































Discussion about this post