KUNINGAN, (FC).- Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyampaikan nota pengantar LKPJ Bupati Kuningan Tahun 2020 pada Sidang Paripurna secara virtual di ruang rapat Linggarjati Setda Kuningan, Senin (29/3).
Terkait dengan pengelolaan keuangan daerah, Bupati menyampaikan tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah tahun 2020, yaitu pendapatan daerah tahun 2020 direncanakan 2,892 triliun rupiah dengan realisasi 2,773 triliun rupiah atau mencapai 95,88 %.
Penerimaan tersebut diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan 330,33 miliar rupiah, direalisasikan 298,83 milyar rupiah atau 95,88 %.
Kemudian pendapatan transfer ditargetkan 1,694 trilyun rupiah, direalisasikan 1,650 trilyun rupiah atau 97,39 %.
Kemudian, pendapatan lain-lain daerah yang sah, ditargetkan 868,14 milyar rupiah, direalisasikan 824,59 miliar rupiah atau 95 %.
Lalu belanja daerah direncanakan 2,948 triliun rupah dengan realisasi 2,795 triliun rupiah atau mencapai 94,88%, yang dialokasikan untuk belanja langsung, ditargetkan 1,784 triliun rupiah, direalisasikan 1,732 triliun atau mencapai 97,08% dan belanja tidak langsung, ditargetkan 1,163 triliiun rupiah, direalisasikan 1,063 triliiun rupiah atau 91,39%.
Untuk capaian kinerja, lanjut Acep, capaian kinerja dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan antara lain, pertama berdasarkan IPM perhitungan baru, Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 69,12 poin pada tahun 2019 menjadi 69,38 poin pada tahun 2020 atau naik 0,26 poin.
Kemudian meningkatnya indeks pendidikan dari 58,12 poin pada tahun 2019 menjadi 60,76 poin pada tahun 2020 atau naik 2,64 poin. Lalu angka harapan lama sekolah dari 12,08 menjadi 12,34 pada tahun 2020 atau naik 0,26 poin.
Dan meningkatnya angka rata-rata lama sekolah dari 7,38 tahun pada tahun 2019 menjadi 7,57 tahun pada tahun 2020 atau naik 0,19 poin.
Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) sekolah dasar tahun 2020 mencapai 99,89 dan apk sekolah menengah pertama tahun 2020 mencapai 91,22,.
Kemudian peningkatan indeks kesehatan dari 81,89 poin pada tahun 2019, menjadi 82,45 poin pada tahun 2020 atau naik 0,56 poin.
Lalu peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) dari 73,35 tahun pada tahun 2019 menjadi 73,59 tahun pada tahun 2020 atau naik 0,24 poin.
Dan peningkatan kualitas kesehatan di kuningan khususnya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB). capaian AKI tahun 2020 terdapat 27 kasus per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 4,14.
Kemudian peningkatan jumlah sarana dan prasarana sesuai standar pada RSUD, baik RSUD 45 maupun Linggajati.
Selain itu, masih Acep, dalam rangka mewujudkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dilaksanakan melalui peningkatan produktivitas pertanian, peningkatan kualitas dan promosi UMKM, pariwisata serta budaya, capaian kinerja diantaranya,
Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) pada tahun 2020 adalah hanya 0.9 berdasarkan data BPS mengalami penurunan yang signifikan.
Hal ini terjadi dikarenakan dampak pandemi Covid-19 yang mana dampak pandemi ini sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi.
“Untuk produksi beras tahun 2020 mengalami surplus sebesar 98.620 ton, dimana produksi berasmencapai 228.397 ton sedangkan kebutuhan beras/ konsumsi beras mencapai 129.777 ton. Lalu meningkatnya produksi ikan pada tahun 2020 sebanyak 22,30 ton dibandingkan tahun 2019 yang hanya mencapai 20.378 ton. Kemudian, persentase ketersedian pangan mencapai 76%,” jelas Acep.
Untuk mencapai misi memantapkan keunggulan kawasan, baik agropolitan, pariwisata dan sektor unggulan lainnya, lanjut Acep, perlu didukung dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai. capaian kinerja dalam rangka peningkatan ketersediaan infrastruktur daerah pada tahun 2020 diantaranya tingkat kemantapan jalan kabupaten (kondisi baik dan sedang) sebesar 612.762 km atau sebesar 76,50%,
Kemudian panjang jaringan irigasi dalam kondisi baik 51,89%, lalu panjang pemeliharaan jalan mencapai 212.182 km, dan cakupan rumah tangga yang mendapatkan pelayanan pengelolaan air minum sebesar 88,12 %, serta cakupan pelayanan pengolahan air limbah domestik sebesar 83,3%.
“Untuk Rutilahu sebanyak sebanyak 1.447 unit, kemudian volume pengelolaan sampah mencapai 55, 94 % dan Indeks Kualitas Lingkungan hidup mencapai (IKL) 67,04%,” kata Acep.
Lalu, masih Acep, capaian kinerja dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengentasan kemiskinan, penanggulangan pmks, peningkatan keterampilan kerja dan pemberdayaan masyarakat antara lain laju pertumbuhan penduduk terkendali di bawah 0,51%.
Kemudian angka tingkat kemiskinan 12,82 % pada tahun 2020, jumlah penempatan tenaga kerja selama tahun 2020 sebesar 4.726 orang,
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 47,42% tingkat kesempatan kerja sebesar 88,78% tingkat pengangguran terbuka mencapai 11,21% (salah satu dampak covid -19).
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, Acep mengucapakan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat kuningan, segenap pimpinan dan anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, alim ulama dan tokoh masyarakat serta segenap insan pers, media cetak, dan elektronik atas dukungannya terhadap kebijakan yang ada sehingga membuahkan banyak prestasi yang membanggakan.
“Tentunya tidak bisa kami lakukan sendiri. untuk itu pada masa jabatan kami sebagai Bupati/Wakil Bupati kunngan periode tahun 2018 – 2023, kami mohon dukungan dari semua pemangku kepentingan khususnya kepada pimpinan dan anggota DPRD, untuk bersinergi dan bekerjasama dalam menghadapi semua permasalahan yang ada di dalam penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Acep. (Ali)














































































































Discussion about this post