KUNNGAN, (FC).- Penuhnya ruang rawat inap pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di Kuningan menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah untuk sigap mencari jalan keluar.
Gedung Pusdiklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang berlokasi di Desa Cikaso menjadi tempat isolasi yang bisa menampung sekitar 100 pasien.
Untuk persiapan, Bupati Kuningan, Acep Purnama meninjau langsung Kantor BKPSDM yang akan dijadikan tempat isolasi ini.
Bupati juga memberikan arahan kepada para relawan Covid-19 yang sedang mendapatkan pelatihan SOP menggunakan Hazmat/APD di tempat tersebut.
Menurut Bupati Acep, langkah memanfaatkan ruangan kamar asrama dan aula di BKPSDM ini dilakukan agar keterisian rumah sakit bisa turun.
Tak hanya itu, saat ini rumah sakit dikhususkan untuk pasien dengan gejala berat dan sangat berat.
Baca Juga: Covid Meroket, Balai Diklat BKPSDM Disiapkan untuk Tempat Isolasi
“Di sini ada 37 kamar, masing-masing kamar bisa untuk 2 orang artinya ada 74 tempat tidur. Ketika semua kamar penuh kita siapkan aula juga dengan sarana velbet dari Pak Dandim sebanyak 50 buah. Ada juga di sini pusat kendali yang nantinya tenaga kesehatan mengontrol pasien yang di isolasi,” jelas Acep, Kamis (1/7).
Bagi Acep, upaya menyediakan tempat isolasi dengan memanfaatkan gedung pemerintah ini merupakan langkah untuk mengantisipasi kondisi darurat dimana ruang isolasi rawat inap di rumah sakit sudah benar-benar tidak ada. Sehingga tidak ada lagi masyarkat yang tidak terlayani secara medis.
Dalam kesempatan itu, Bupati berkeliling melihat semua kamar-kamar asrama dan aula Graha Sajati yang akan digunakan utuk pasien isolasi mandiri Covid-19.
Didampingi Sekda Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar, Dandim 0615 Kuningan, dan Kapolres Kuningan, Kadinkes Kuningan dr.Susi Lusiyanti, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, Staf Ahli, Camat Kramatmulya, Guruh Irwan Zulkarnaen, dan lainnya.
“Tantangan bagi Pemkab Kuningan yaitu kondisi saat ini para tenaga kesehatan baik yang di rumah sakit maupun di Puskesmas banyak yang terpapar Covid-19 dan sedang melakukan Isoman,” kata Acep.
Jika memang terpaksa karena tempat ini apabila kedepannya tidak menampung, maka Acep berencana menggunakan balai desa di seluruh desa untuk dijadikan tempat isolasi warga.
Bahkan fasilitas umum seperti GOR Ewangga Kuningan maupun hotel-hotel jika terpaksa digunakan untuk tempat yang sama.
“Tapi cukup sampai di sini, tidak ada penambahan lagi kasus. Saya mohon dengan sangat masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar, karena peran serta masyarakat sangat membantu untuk menangani lonjakan Covid-19 di Kabupaten Kuningan,” harap Acep. (Ali)















































































































Discussion about this post