KUNINGAN, (FC).- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kramatmulya kembali menuai sorotan. Ratusan siswa SMPN 1 Kramatmulya dilaporkan tidak menerima jatah makan bergizi pada Kamis (16/10).
Akibat keterlambatan pasokan dari dapur penyedia, para siswa hanya menerima uang tunai sebesar Rp2.500 sebagai pengganti menu makan bergizi.
Informasi yang diperoleh dari salah satu guru SMPN 1 Kramatmulya yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, terdapat sekitar 188 siswa yang tidak mendapatkan jatah MBG dari total sekitar 800 penerima manfaat di sekolah tersebut.
“Kelas 9 yang belum terbagi kekurangan sekitar 188, dan katanya diganti uang senilai Rp2.500. Uangnya dari kas sekolah dan OSIS,” ujar sumber tersebut kepada wartawan.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah tangkapan layar percakapan WhatsApp antara seorang siswa dan orang tuanya viral di media sosial. Dalam pesan tersebut, siswa menulis, “Sedih gais, kelas 9 gak kebagian MBG karena MBG-nya kurang jadi dikasih duit 2.500,” yang kemudian dibalas sang ayah dengan komentar, “2.500 mah buat beli cimol juga gak dapet.”
Diketahui, dapur penyedia MBG yang menyalurkan makanan ke SMPN 1 Kramatmulya berlokasi di wilayah Kramatmulya juga. Diduga, kendala distribusi menjadi penyebab utama tidak sampainya seluruh paket makanan ke sekolah pada hari itu.
Kejadian serupa sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Lebakwangi, di mana puluhan siswa SD menerima uang Rp8.000 sebagai pengganti MBG karena keterlambatan pasokan dari dapur penyedia.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dijalankan di Kabupaten Kuningan untuk meningkatkan asupan gizi siswa sekolah agar terhindar dari kekurangan nutrisi dan stunting.
Hingga berita ini diturunkan, saat Fajar Cirebon mencoba menghubungi Ketua Satgas MBG yang juga Pj Sekda Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, melalui pesan WhatsApp, belum memberikan jawaban.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap pihak penyedia agar kejadian serupa tidak terulang, dan pelaksanaan MBG benar-benar tepat sasaran serta dirasakan manfaatnya oleh seluruh siswa.
(Angga/Job)















































































































Discussion about this post