INDRAMAYU, (FC).- Calon wakil bupati Indramayu pasangan nomor urut 1, dr. Ratnawati mengatakan peran para petani akan sangat besar dalam ikut menentukan bulat lonjongnya nasib Indramayu ke depan.
Di tangan para petani inilah, lanjut dia, separuh nasib Indramayu akan ditentukan. Terutama, dalam kontek menjadikan Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Siapapun pemimpin Indramayu ke depan, wajib memberikan perhatian pada bidang pertanian. Apalagi, mau dikembangkan menjadi daerah wisata tani. Dan jika pada saatnya Allah swt meridhoi saya menjadi salah satu pemimpin di Indramayu, saya harus sering mendengar dan berkomunikasi dengan para petani,” ungkap ratna saat berdialog dengan petani jeruk, pisang, mangga dan padi, di salah satu Saung petani di kampung Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat Indramayu, Rabu (7/10).
Dalam kesempatan itu, pihaknya mengaku sangat terharu terhadap para petani yang mengundang dirinya. Terlebih para petani rela meninggalkan pekerjaanya hanya untuk berdiskusi mengenai potensi pertanian di indramayu.
“Jujur saya ingin menangis rasanya menerima undangan ini. Saya sangat terharu melihat ketulusan para petani yang rela meninggalkan sementara pekerjaannya hanya untuk bisa bertemu saya, mengajak ngobrol saya, dan mengajak saya makan siang bancakan diatas daun pisang,” ungkap Ratna
Perwakilan para petani, Taufik mengatakan, salah satu mimpi para petani di Segeran Kidul itu ingin mewujudkan cita-cita membangun Desa Wisata Tani.
Mimpinya itu diharapkan bukan saja akan menjadi tempat tujuan wisata berkelas Kabupaten, tapi juga berkelas provinsi, bahkan nasional. Sehingga, para pengunjungnya nanti akan berdatangan dari luar Indramayu juga.
Merespon aspirasi para petani tersebut, Ratna menyampaikan perasaan senang dan bangganya kepada mereka.
“Sudah pasti, sebagai cita-cita yang sangat mulia, terutama dalam kontek Ikut membangun Indramayu yang lebih maju dan berkah, saya tak akan sia-siakan kepercayaan ini jika pada saatnya terpilih nanti. Mari kita sama-sama wujudkan mimpin besar ini,” tegasnya.
Senada juga disambaikan, Abah Wartim, ketua kelompok petani jeruk. “Terimkasih Ibu Ratna sudah bersedia hadir memenuhi undangan kami. Percayalah, sebagai ungkapan terimakasih, kami para petani tidak akan lupa kepada Ibu. Saya juga tak perlu mengajari para petani apa yang harus dilakukan pada 9 Desember nanti,” tandasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post