KOTA CIREBON, (FC).- Rahardjo Djali membantah pernyataan dari PRA Arief Natadiningrat. Yang terkesan dirinya ingin menjadi Sultan di Keraton Kasepuhan. Dia mengaku tidak mempunyai ambisi untuk naik tahta menjadi sultan.
Djali mengatakan, dirinya sudah cukup mempunyai kesibukan kerja di Jakarta. Tindakan yang diambil sebelumnya, hanya untuk meluruskan sejarah dari Kesultanan Kasepuhan ini. Pasalnya, ada pembelokan sejarah keraton hingga kini.
“Kalau orang Cirebon bilang, ini adalah sejarah peteng (gelap) dari Kesultanan Kasepuhan,” jelasnya kepada FC di kediamannya, Senin (29/6).
Yang sangat disesalkannya, pada pernyataan Arief adalah adanya kata pembunuhan. Padahal tidak ada tampang maupun niat dirinya dan keluarganya untuk membunuh. Apalagi pihaknya juga merupakan trah atau keturunan dari Syekh Syarief Hidayatullah.
Rahardjo juga tidak mau disebut mengaku-ngaku, karena jelas didalam darah dan jiwanya adalah orang Cirebon. Bapaknya adalah putera dari Buyut Pegambiran, sedangkan ibunya adalah putri dari Sultan Sepuh ke XI, asli bukan dari selir. Artinya bila ada yang bilang neneknya adalah selir itu keliru.













































































































Discussion about this post