“Kami juga secara tegas menolak adanya pernyataan yang menuding adanya perusakan, karena memang tidak ada perusakan,” ungkapnya.
Masalah pihaknya merantai pintu, tujuannya adalah menjaga kelestarian, agar tidak dipakai sembarangan. Pada saat pihaknya meninjau keraton, bangsal dan lainnya sangat kotor dan kurang terawat.
Untuk pengambilalihan kekuasaan Keraton Kasepuhan, bukan atas nama dirinya pribadi. Tapi atas nama keluarga besar Sultan Sepuh ke XI sebagai pewaris asli dan sah.
Dan ditegaskannya, tidak ada kudeta atas tahta kesultanan. Tidak ada pengerahan pasukan atau massa. Keraton tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Pihaknya hanya meluruskan sejarah dengan bukti yang sebenarnya.
“Kami juga sebenarnya ingin bertemu dengan Pangeran Arief, tapi sampai saat ini belum. Itulah kenapa semua ini terjadi,” tandasnya. (gus)













































































































Discussion about this post