KUNINGAN, (FC).- Puluhan jurnalis yang biasa meliput di wilayah Kabupaten Kuningan mendapat pemeriksaan Rapid Test Covid-19. Hasilnya semua negatif.
Ketua PWI Kuningan, Iyan Irwandi menyampaikan, bahwa rapid tes covid-19 terhadap puluhan jurnalis di kuningan ini merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan terhadap para kuli tinta di kuningan.
āIni bentuk kepedulian Pemda terhadap kaum jurnalis, khususnya kepedulian terhadap kesehatan kita semua di masa wabah covid-19 ini, mengingat kawan-kawan semua selalu ke lapangan mencari berita, kita perlu mengetahui tertular atau tidaknya akan covid-19 ini,ā kata Iyan, Rabu (15/4).
Selain itu, Iyan juga menekankan agar kaum jurnalis di kuningan bisa memahami apa yang namanya Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), hingga rapid positif maupun positif aktif.
āItu semua yang harus disampaikan pemahamannya ke masyarakat. Contoh rapid positif itu belum tentu positif, karena yang lebih akurat harus dengan tes swab, yang memang biayanya tidaklah murah. Ini saya kita sangat bersyukur bisa difasilitasi pemerintah untuk beberapa puluh orang,ā jelas Iyan.
Dan setelah melihat dari hasil pemeriksaan yang cukup menyita waktu ini, Iyan bersyukur tidak ada satu orang pun yang dinyatakan positif dalam rapid tes kali ini. Dan diharapkan setelah mengetahui hasil kawan-kawan jurnalis tetap bisa bekerja maksimal.
Iyan juga berpesan kepada kawan-kawan jurnalis agar mentaati protocol covid-19, diantaranya menjaga jarak, menggunakan masker, jika perlu melakukan pekerjaan di rumah saja.
āKalau bisa cukup via telepon, kan bisa, agar kita tetap selalu sehat dan tetap waspada dalam situasi wabah saat ini,ā ujar Iyan.
Iyan juga memberikan contoh beberapa kejadian yang menimpa kaum jurnalis, yaitu beberapa waktu lalu di luar kuningan sejumlah jurnalis terpapar covid-19. Tentunya itu dikarenakan kurangnya keamanan diri dari rekan-rekan jurnalis. Dan dia berharap hal serupa tidak terjadi di kuningan.
āHarapan saya dengan rapid test ini kawan-kawan semakin waspada, agar bisa menjaga kesehatan sendiri. Jika tertular, maka keluarga sendiri ikut tertular. Maka sebelum melangkah kita harus pikirkan keluarga kita juga, sebelum mengambil risiko ini,ā jelas Iyan.
Sementara Kepala Labkesda Aan Sugandi menyampaikan, pelayanan rapid tes tetap terbuka, asal ada instruksi dari Dinas Kesehatan Kuningan. Hingga saat ini secara prosedur pihaknya menjalankan pemeriksaan serupa sesuai perintah.
āKarena ada beberapa persyaratan sebelum menjalani rapid tes ini, seperti ODP, ataupun petugas yang sering berdekatan dengan pasien-pasien yang memiliki gejala covid 19 itu baru bisa diperiksa,ā jelas Aan.
Untuk Rapid test sendiri, Aan menyebutkan tiap test pack bisa keluar hasil setelah maksimal sekitar 20 menit. Karena jika sudah lewat dari 20 menit, hasilnya tidak akan berubah kembali.
āTiap rapid itu dibaca 15-20 menit. Diatas 20 menit sudah tidak berubah lagi,ā kata Aan. (Ali)











































































































Discussion about this post