KOTA CIREBON, (FC).- Pandangan mengenai sekolah favorit di masyarakat ternyata masih belum hilang. Hal itu bisa dilihat dari hasil pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tahun ini.
Meski telah menerapkan sistem zonasi, masih ada sekolah yang rombongan belajar (rombel) belum terpenuhi dan ada yang membludak.
Seperti yang terjadi pada SMPN 1 Kota Cirebon, sekolah yang dari dulu memiliki label favorit di Kota Cirebon ini setiap tahunnya diincar oleh calon siswa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Cirebon, Lilik Agus Darmawan.
“Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan lancar dan aman, PPDB setiap tahunnya di SMPN 1 Kota Cirebon jumlah pendaftar selalu melebihi daya tampung,” ujarnya ketika dihubungi FC, Selasa (13/7).
Pada tahun ini, SMPN 1 Kota Cirebon menerima 11 rombel atau kelas dengan total siswa 32 per kelasnya.
Sesuai data akhir dari laman SIAP PPDB Online Kota Cirebon, di jalur zonasi sendiri sekolah yang berlokasiI Jalan Siliwangi ini menerima 214 siswa.
“Sepertinya masyarakat belum bisa meleburkan istilah favorit ya, karena saya perhatikan setiap tahunnya peminatan pendaftar ke Spensa meningkat,” katanya.
Sementara itu, pendaftar di SMPN 2 Kota Cirebon juga membludak. Sesuai laporan yang dipaparkan oleh Ketua PPDB SMPN 2 Kota Cirebon, Winarni, sudah banyak calon peserta didik yang sudah daftar ulang.
“Ya, pendaftar alhamdulillah banyak, sampai banyak pendaftar yang terlempar,” ungkapnya.
Perihal data Winarni sendiri belum merekap total pendaftar di SMPN 2 Kota Cirebon, namun ia menyatakan sudah memenuhi tujuh rombongan kelas yang Spenda buka pada tahun ini.
Menurut dia, sulit untuk menghilangkan stigma sekolah favorit meski PPDB sudah menerapkan sistem zonasi. Ia menyarankan agar sosialisasi di Sekolah Dasar (SD) tentang pemerataan pendidikan harus digencarkan.
“Kalau dari sekolah kami hanya menerima data siswa yang diberikan oleh operator SD,” tuturnya.
Di sisi lain, banyak SMP Negeri di Kota Cirebon yang masih kosong kuota kelasnya. Misalnya SMPN 16 Kota Cirebon masih kosong satu kelas atau sebanyak 32 siswa.
Operator PPDB SMPN 16 Kota Cirebon, Santikah mengungkapkan, banyak calon peserta didik yang tidak melakukan daftar ulang di sekolahnya, sedangkan tahun ini mereka menambah kuota rombongan belajar dari delapan menjadi sembilan kelas.
“Karena dari itu, kami menerima semua calon peserta didik yang telah mendaftar meskipun memiliki domisili yang jauh dari sekolah,” pungkasnya. (Melly/Job/FC)











































































































Discussion about this post