KAB. CIREBON, (FC).- Meski banyak dikeluhkan masyarakat, sistem zonasi tetap berlaku di PPDB 2021, khususnya pada tingkat SMP.
Penerapan zonasi ini diberlakukan agar siswa tersebar merata di seluruh sekolah.
Pasalnya, SMP Negeri dan Swasta yang tersebar di Kabupaten Cirebon tidak seluruhnya memiliki jumlah siswa yang pas atau tepat.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Amin mengatakan, penyebab dari 200 SMP tidak memiliki jumlah yang sesuai, dikarenakan karena mindset orang tua dan siswa terkait sekolah favorit.
Sebelum adanya zonasi, hampir seluruh perhatian siswa-siswi tertuju pada sekolah-sekolah favorit di Kabupaten Cirebon.
“Negeri favorit ada di Sumber, Weru, Lemahabang, Plumbon, dan Arjawinangun yang dianggap favorit oleh masyarakat. Kalau swasta, ada Abu mansur yang di Plered, Weru, Bina Cendekia, dan lainnya,” katanya, Selasa (15/6).
Dikatakannya, bahwa sistem zonasi merupakan keinginan Kemendikbud. Karena, banyak bermunculan streotip masyarakat akan sekolah yang favorit dan non favorit.
“Jadi, program kemendikbud yang sudah 5 tahun ini menginginkan sekolah itu tidak ada favorit dan non favorit. Semua sekolah favorit semua,” terangnya.
Menurutnya, tidak ada sekolah yang dianggap internasional atau standar nasional. Semua sekolah sama.
Lagi pula, lanjutnya, yang dimaksud sekarang pemerintah menggulirkan sistem zonasi di PPDB itu hanya 50 persen.
“Sisanya kan ada akumulasi, prestasi akedemik non akademik, perpindahan orang tua,” sebutnya.
Dengan adanya sistem ini membuat lebih spesifik pembagian siswanya. SMP Negeri terdapat 80 dan swasta sejumlah 120. Dengan jumlah tersebut, kata dia, sudah sepatutnya siswa-siswi dapat sekolah dengan layak dan cukup.
“Sebenarnya jumlah segitu tuh sangat cukup. Tetapi, tetap saja permasalahannya itu mindset orang tua itu ada pada sekolah favorit dan non favorit, untuk dipukul rata di satu titik,”bebernya.
Oleh karenanya dia pun setuju dengan adanya sistem zonasi ini. “Makanya pemerintah mengadakan sistem zonasi itu banyak benarnya,” pungkasnya. (Sarrah)
















































































































Discussion about this post