KOTA CIREBON, (FC).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih akan terus diterapkan hingga Pandemi Covid-19 di Indonesia benar-benar terkendali.
PPKM tetap diterapkan meski saat ini kasus terkonfirmasi harian di bawah 500 kasus. Tercatat kemarin kasus konfirmasi harian sebanyak 227 kasus. Namun Jokowi mengingatkan bahwa kasus aktif masih berada di angka 6.000an yang patut diwaspadai.
“Tetap kita waspadai dan saya minta untuk urusan PPKM ini juga banyak masyarakat yang menunggu ini sudah berhenti atau masih diteruskan, masih diteruskan.
Jadi, tolong setelah ini disampaikan bahwa PPKM tetap lanjut sampai betul-betul kita yakin bahwa Covid ini 100% bisa kita kendalikan,” kata Jokowi dalam Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5).
Demikian pula dengan potensi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Cirebon patut diwaspadai. Hal ini menyusul pergerakan masyarakat yang tinggi di masa mudik Lebaran 2022.
Penelusuran kasus hingga penerapan protokol kesehatan menjadi perhatian, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi menyampaikan, usai libur lebaran 2022, Pemkot Cirebon melakukan upaya antisipasi penyebaran Covid-19. Upaya tracing dan testing dilakukan di puskesmas.
“Status pandemi Covid-19 belum dicabut pemerintah. Terlebih secara historis, setelah liburan berpotensi adanya kenaikan kasus positif Covid-19,” jelasnya usai melakukan apel gabungan pasca libur Idulfitri di halaman Balai Kota Cirebon, Senin (9/5).
Sekda berharap, kenaikan Covid-19 di Kota Cirebon tidak terjadi pasca lebaran ini. Hal ini, kata dia, melihat di website Covid-19 Kota Cirebon sudah zero case. Namun terakhir masih ada satu kasus tambahan.
Untuk itu, pihknya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon untuk tetap melakukan upaya tracing dan testing. Dengan puskesmas sebagai garda terdepannya.
Selanjutnya bagi masyarakat yang merasa kondisinya sakit atau merasakan gejala seperti Covid-19, diminta untuk segera melakukan testing.
“Setelah itu kita bisa melakukan tracing. Dengan mengetahui secara dini diharapkan bisa meminimalkan penyebaran Covid-19,” tegasnya.
Terlebih lebaran tahun ini, lanjut Sekda, seperti euforia. Dimana-mana terjadi kepadatan, termasuk di Kota Cirebon. Tidak hanya warga Kota Cirebon yang melakukan bepergian ke luar kota namun Kota Cirebon juga mendapat kunjungan dari warga luar kota.
“Di dalam kota juga banyak pergerakan. Kami meminta kepada warga yang merasa sakit segera untuk diperiksa di puskesmas terdekat,” imbuhnya.
Sementara itu Direktur RSD Gunung Jati, dr. Katibi menambahkan, saat ini rumah sakit yang dipimpinnya tidak merawat pasien positif Covid-19, baik di ICU maupun di isolasi biasa. Namun demikian, pihaknya tetap siap siaga personil nakes maupun ketersediaan ruangnnya.
Disebutkannya, RSD Gunung Jati masih memiliki 24 tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 dan ruangan lainnya juga siap digunakan jika terjadi penambahan kasus.
“Kita tetap melakukan skrining untuk pasien yang akan melakukan rawat inap di RSD Gunung Jati. Yaitu dengan terlebih dahulu melakukan tes PCR. Supaya aman semua,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post