Emon menyebutkan, Posyandu Dahlia Desa Cisantana telah menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya yang dilakukan oleh Posyandu dapat memiliki dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Prestasi ini akan mendorong pengembangan dan peningkatan kualitas Posyandu lainnya di Kabupaten Kuningan, serta memotivasi partisipasi aktif masyarakat dalam program-program kesehatan yang diselenggarakan oleh Posyandu,” kata Emon.
Sementara itu, Iding selaku Subkoor Analisis DPMD Kabupaten Kuningan menambahkan, mulai tahun ini ada penilaian Kader Posyandu Terbaik dengan tahap awal penilaian melalui uji kompetensi secara online dan video aktivitas yang dikirim oleh Para Kader Posyandu.
Hasilnya telah ditetapkan 6 nominasi Kader Posyandu Terbaik.
Selanjutnya masih Iding, para kader melakukan presentasi dengan tema Membangun Posyandu Multifungsi dan Terintegrasi, meliputi kompetensi, aktivitas, dan gagasan/inovasi Posyandu yang diuji langsung oleh Tim Pelaksana Lomba Kader Posyandu.
Akhirnya, Tim Penilai memberikan putusan dari 6 nominasi Kader Posyandu Terbaik, yakni Ani Yuliani, Desa/Kecamatan Mandirancan sebagai Juara I, disusul Juara II, Yayu Sri Umaroh. H, S.Pd.I Desa Widarasari, Kecamatan Kramatmulya, dan Juara III Silvy Ariyanti, S.T Kader Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan.
Disusul, Meita Mey Puspita Sari, Desa Cisantana Kecamatan Cigugur. Paridah Desa Sindangkempeng Kecamatan Pancalang, dan Ratih Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung. Agenda berikutnya, Posyandu dan Kader Posyandu terbaik akan bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat dalam waktu dekat, ujarnya. (Ali)













































































































Discussion about this post