KOTA CIREBON, (FC).- Polemik pelaporan dugaan penggelapan dana Rp20 miliar yang menyeret nama Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, ke Polda Jawa Barat oleh H. Handoyo melalui kuasa hukumnya, Cecep Suhardiman, menuai perhatian serius dari kalangan akademisi.
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Sugianto, S.H., M.H., menilai permasalahan tersebut perlu diselesaikan dengan jalan damai demi kepentingan masyarakat.
Menurut Prof. Sugianto, situasi ini seharusnya menjadi momentum bagi Wali Kota Effendi Edo bersama Wakil Wali Kota Siti Farida untuk memperkuat komitmen membangun Kota Cirebon secara kolaboratif dengan seluruh elemen, termasuk DPRD sebagai mitra eksekutif.
“Alangkah baiknya Pak Wali Kota bersama Wakil Wali Kota berbagi tugas sesuai aturan. Dalam UU No. 23 Tahun 2014, wakil kepala daerah bertugas membantu kepala daerah sehingga bisa meringankan beban. Dengan begitu, pemerintahan berjalan lebih efektif,” ujarnya, Kamis (18/9).
Baca Juga: Furqon: H. Handoyo Laporkan Wali Kota Cirebon ke Polda Jabar Bisa Rugikan Dirinya Sendiri
Ia menegaskan pentingnya kebersamaan dan sinergi dalam memimpin kota dengan lima kecamatan dan 22 kelurahan tersebut.
“Saya menyarankan agar Pak Wali Kota dan Pak Handoyo duduk bareng, ngopi rokok sambil mencari solusi yang terbaik demi kepentingan masyarakat Cirebon,” tambahnya.
Prof. Sugianto menilai langkah islah sangat penting karena Handoyo bukan pihak asing, melainkan suami dari Wakil Wali Kota sekaligus pendukung setia pasangan Effendi Edo–Siti Farida sejak Pilkada 2024.
“Tidak elok jika persoalan ini dipertontonkan di depan publik. Kuncinya adalah islah, demi menjaga marwah kepemimpinan daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, sesuai UU No. 23/2014, kepala daerah memiliki kewajiban menjalankan tugas pemerintahan, membentuk peraturan daerah, menjaga keamanan dan ketertiban, hingga menegakkan Pancasila dan UUD 1945.
“Sekali lagi, saya harap Pak Wali Kota bisa tampil sebagai negarawan. Saatnya berpikir lebih besar untuk kesejahteraan masyarakat Cirebon,” pungkasnya. (Agus Rahmat)















































































































Discussion about this post