Terkait dengan Paksi Naga Liman, dibeberkannya, merupakan simbol dari Cirebon yang merupakan kota dengan toleransi tinggi. Dimana beragam suku, ras dan agama berdampingan secara damai fi Cirebon.
“Masyarakatnya yang berasal dari lintas agama dan tumbuh bersama-sama, dan kita hidupkan dalam konteks ini, makanya Cirebon kota multikultural,” ujar Rizky.
Rizky menambahkan, ini adalah proyek bersama yang harus didukung semua lini. Dan Tanggal 3 Juni unsur elemen berbasis agama dan budaya akan berpartisipasi untuk sama sama mencanangkan gagasan multikultural.
“Harus kita yang menghidupkan, semua elemen agama deklarasi Cirebon kota multikultural,” ujarnya.
Paksi Naga Liman, menurut Rizky, secara filosofis representasi multikulturalisme Kota Cirebon. Karenanya pematung yang akan mengerjakan, berasal dari unit kementrian agama yakni alumni seni Yogyakarta.
“Semangat kebersamaan ini terus dirawat dan berharap monumen itu bersama sama dijaga masyarakat dan akan ditandatangani semua elemen masyarakat. Kemenag hanya memfasilitasi,” ujarnya.




















































































































Discussion about this post