“Kegiatan ini juga sebagai upaya dalam menjalin komunikasi dan memupuk solidaritas maupun kebersamaan, serta meningkatkan kemampuan berorganisasi di tubuh pemuda PUI,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PD PUI Majalengka, H. Asep Zaki mengatakan, selaku Pemuda Islam harus ikut berkontribusi dalam pembangunan dan berkompetisi untuk mengisi posisi kepemimpinan dari mulai level nasional bahkan sampai level desa tempat tinggalnya masing-masing.
“Tantangan saat ini lebih berat dengan konsekuensi logis perkembangan zaman dan globalisasi. Oleh karenanya, kita selaku pemuda harus mampu meningkatkan skill untuk menyiapkan diri dalam persaingan global saat ini,” ujarnya.
Menurut dia, pemuda yang aktif dalam pergerakan, haruslah memiliki 3 Skill yang mampu membantu akselerasi personal maupun organisasi.
“Pertama, “Self Intelektual Skill”. Artinya, pemuda Islam dituntut untuk memiliki gagasan dan ide baru dalam menyelesaikan berbagai permasalahan serta memberikan solusi atas perkembangan zaman,” paparnya.
Kedua, lanjut dia, yakni “Technical Skill”. Jadi, sebagai leader dituntut untuk menguasai technical skill, ini diperlukan sebagai dasar penguasaan terpakai bidang yang didalami agar lebih memahami seluk beluk persoalan yang harus diselesaikan di bidang yang dikelola atau dipimpinnya.
“Yang ketiga, yaitu “Human skill”. Artinya, kemampuan bersosialisasi dalam membangun human relation dan berjejaring dengan lintas komunitas atau personal harus ditumbuhkan,” tukasnya. (Ibin)













































































































Discussion about this post