KEJAKSAN, (FC).- Walikota Cirebon, H Nashrudin Azis mendukung penuh penerapan aturan larangan mudik tahun 2020 ini. Azis menilai, hal ini dilakukan semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Bahkan pihaknya berharap, agar warga Kota Cirebon yang berada atau bekerja diluar kota menunda mudiknya tahun ini. Cara bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, tidak hanya datang secara langsung, tapi juga bisa memanfaatkan teknologi yang ada sekarang ini.
“Untuk tahun ini saya minta yang mau mudik ke Kota Cirebon agar dipending dulu. Ini demi kebaikan bersama dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Gunakan sarana teknologi yang ada untuk bersilaturahmi dengan keluarga,” jelas Azis kepada FC, Selasa (21/4).
Azis mengungkapkan, kelanjutan penanganan Covid-19 di Kota Cirebon akan dibahas kembali esok (hari ini,-red). Output nya bisa berupa surat edaran yang akan disebarkan kepada masyarakat.
Terkait social distancing, Azis menyampaikan Kota Cirebon merupakan salah satu kota yang menjadi tujuan kunjungan, baik wisatawan, investor maupun pada musim mudik. Keramaian ini berpotensi penyebaran Covid-19. Oleh karena itu dirinya meminta masyarakat untuk selalu mengikuti prosedur ataupun protokol kesehatan.
Untuk pendatang yang sudah tiba di Kota Cirebon, diwajibkan melaporkan ke layanan kesehatan terdekat, atau ke RT dan RW. Periksa kesehatan, ada atau tidak ada gejala Covid-19 harus sadar diri untuk karantina selama 14 hari.
“Selalu pakai masker, jaga jarak, jangan berkumpul lebih dari empat orang, tidak keluar rumah bila tidak ada keperluan mendesak. Bila ada gejala seperti Covid-19 harus jujur memberikan informasi kepada petugas kesehatan,” tegasnya. (gus)










































































































Discussion about this post