MAJALENGKA, (FC).– Menghadapi hari raya Idul Fitri 1443 H/tahun 2022 ketersediaan bahan pokok dan pangan strategis di Kabupaten Majalengka, dinyatakan masih aman.
“Alhamdulillah kita sudah meminta kepala Disperindag dan Dinas Pangan untuk mengondisikannya. Dari sebelas bahan pokok itu yang rawan masih ada dua, yaitu minyak goreng dengan telur,” ungkap Bupati Majalengka, Karna Sobahi kepada wartawan, Senin (25/4).
Namun, sambungnya, telur sekarang tidak lagi menjadi persoalan karena pihaknya sudah berkerja sama dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Sedangkan untuk minyak goreng hingga saat ini, kata dia, dinilai masih fluktuatif.
Kendati demikian, Pemkab Majalengka terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok jenis minyak goreng tersebut dengan menyuplainya ke tiap-tiap daerah secara berkala.
“Kami selalu mengupayakan dengan menghadirkan sumber-sumber yang ada, seperti kemarin di Sumberjaya sebanyak 8 ribu liter. Begitu juga di daerah Jatitujuh, Panyingkiran, Majalengka, Rajagaluh, Cigasong, Talaga dan di wilayah lainnya,” ujarnya.
Karna menambahkan, selain melakukan monitoring, salah satu upaya lain untuk menjaga stabilitas kebutuhan pangan masyarakat, Pemkab Majalengka akan menyerahkan sebanyak 9 ribu sembako kepada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial pada Senin, (25/4).
Senada dengan ungkapkan bupati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Majalengka, Iman Firmansyah meyakini jelang Idul Fitri ketersediaan pangan strategis di Majalengka dijamin aman.
“Sudah saya inventarisir dari pertengahan bulan kemarin sebelum puasa sampai lebaran nanti, semuanya dipastikan sangat aman,” ujar Iman.
Dengan demikian, Iman menjamin ketersediaan pangan strategi termasuk untuk jenis telur dan minyak goreng di Majalengka dipastikan aman dan dapat terpenuhi hingga hari raya Idul Fitri 1443 H.
Dari itu, Iman menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi kebutuhan pokok jelang lebaran ini.
Pihaknya meminta masyarakat jangan berbelanja bahan pokok secara berlebihan, apalagi dengan sistim borong.
“Percayalah, pemerintah sudah mengantisipasi akan kebutuhan masyarakat. Dari itu berbelanja lah sesuai kebutuhan, jangan sampai berbelanja secara berlebihan apalagi dengan cara memborong,” pungkas Iman. (Munadi)
















































































































Discussion about this post