MAJALENGKA, (FC).– Pemkab Majalengka akan menitik beratkan programnya pada peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dinliai bisa bertahan menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.
Pemkab Majalengka akan terus melakukan berbagai cara terobosan dan strategi agar lebih membangkitkan geliat dunia usaha UMKM untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan di Majalengka.
“UMKM paling bervariasi, lebih banyak produksinya dibandingkan dengan hasil pertanian.Oleh karena itu, di samping kita akan memfasilitasi membantu permodalan, kita juga akan membantu dalam segi pemasarannya,” ungkap Bupati Karna Sobahi, Rabu (23/9).
Karna Sobahi menjelaskan, salah satu upaya untuk meningkatkan marketingnya pun akan dijalin kerja sama dengan salah satu perusahaan milik daerah yaitu Sindangkasih Multi Usaha (PD SMU).
Nanti, kata dia, PD SMU menyerap sekaligus membantu memfasilitasi menembuskan produk-produk UMKM tersebut ke pangsa pasar modern.Seperti ke swalayan dan mini market yang ada di Majalengka.
“Hal ini merupakan wujud dukungan Pemkab Majalengka terhadap pengembangan UMKM di Majalengka agar produk-produknya dapat lebih dikenal luas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD SMU Majalengka, Dede Sutisna menyatakan pihaknya siap menggandeng para pelaku UMKM dalam hal pemasaran.
“Kita akan segera memverifikasi para usaha kecil yang sudah terdata di Dinas Ketenagakerjaan dan KUMKM, dimana nantinya bagi mereka yang sudah punya legalitas dan sertifikasi sehingga mampu lebih Maju lagi,” ucap Dede.
Menurut Dede, pihaknya akan berusaha membantu pelaku UMKM khususnya yang sudah memiliki legalitas dan sertifikasi usahanya untuk dipasarkan di toko ritel besar.
“Hal ini kami berharap dapat membantu serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat Kabupaten Majalengka,” harapnya.
Terpisah, Kepala Ketenagakerjaan dan KUKM Majalengka, H. Sadili mengungkapkan, bahwa sekitar 30 pelaku UMKM dan 30 pelaku destinasi pariwisata di Majalengka telah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Pelatihan yang digelar Pemkab Majalengka ini, lanjut Sadili, dilakukan dalam dua kelas yang berbeda secara bersamaan yang tujuannya untuk meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM dan pengelola destinasi pariwisata. “Dengan adanya kegiatan pelatihan itu, kami harapkan para pelaku KUKM dan pengelola destinasi wisata di Majalengka dapat menaikan kapasitas dari segi wawasan, pengelolaan keuangan maupun pemasaran produk dalam melakukan kegiatan usahanya,” jelasnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post