Bakti juga mengungkapkan, pandemi saat ini imbasnya sangat dirasakan di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Biasanya, pada bulan Juli – Agustus perekonomian akan mengalami inflasi, namun tahun ini malah deflasi. Kondisi ini ujar Bakti, dikarenakan minimnya pembeli. Padahal, barang seperti kebutuhan pokok, semuanya tercukupi.
“Tapi karena pembelinya tidak ada, harga jadi drop,” kata Bakti.
Jika ini dibiarkan, maka nantinya akan berdampak pada hal lainnya. Salah satunya yaitu, karena harga yang terus turun, bisa saja membuat minat produksi menjadi berkurang.
“Hampir semuanya terdampak, kecuali pertanian,” kata Bakti.
Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia. Menurut Imron, bantuan yang diberikan oleh BI, sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Selain sembako, Masker juga sekarang dibutuhkan. Karena harus menerapkan protokol kesehatan,” ujar Imron.
Ia juga meminta BI untuk terus memberikan arahan kepada Pemkab Cirebon, terutama terkait dengan perekonomian. Imron mengatakan, walaupun pertanian disebut tidak terdampak adanya covid 19 ini, namun karena tingkat pembeliannya menurun, tetap saja memberikan dampak kepada para petani.
Dirinya juga mengaku sudah keliling kesejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil kunjungannya tersebut, diketahui hampir seluruh wilayah cukup terdampak adanya Covid-19 ini.
“Sehingga kami sangat membutuhkan arahannya dari BI, untuk bisa kembali meningkatkan perekonomian di Kabupaten Cirebon,” kata Imron. (Ghofar)















































































































Discussion about this post