KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, melakukan pengurasan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) desa.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah yang meningkat akibat bencana banjir, serta tingginya produksi sampah rumah tangga dan aktivitas sejumlah home industri di wilayah tersebut.
Kuwu Desa Setu Wetan, Nurwahyudi, menjelaskan bahwa pengurasan dilakukan karena kondisi TPSS telah mengalami kelebihan kapasitas (overload) sehingga mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan warga.
“Dalam satu bulan, Desa Setu Wetan menghasilkan sekitar 380 hingga 390 gerobak sampah, baik dari rumah tangga maupun home industri. Kondisi ini diperparah dengan tambahan sampah pascabanjir,” ujar Nurwahyudi, Rabu (11/2).
Ia menyebutkan, kemampuan desa dalam menangani sampah masih sangat terbatas. Saat ini, desa hanya mampu mengelola sekitar delapan gerobak sampah per hari melalui alat pembakaran sampah manual yang dimiliki desa.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemdes Setu Wetan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon guna melakukan pengangkutan sampah secara berkala.
“Kemampuan desa masih terbatas. Karena itu, ke depan perlu dilakukan perubahan manajemen pengelolaan sampah dan pembangunan TPS yang lebih representatif. Insyaallah mulai Maret kami targetkan manajemen baru sudah mulai berjalan untuk mengatasi persoalan overload ini,” katanya.
Nurwahyudi menegaskan, Pemdes juga merencanakan pembangunan TPSS yang lebih layak dengan dilengkapi atap, pagar, serta sekat tembok guna mencegah sampah berserakan dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Selain peningkatan sarana, Pemdes Setu Wetan juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan bertanggung jawab.
Dalam proses pengurasan kali ini, volume sampah yang diangkut mencapai sekitar 50 mobil pengangkut dari dua titik TPS. Sampah tersebut didominasi limbah rumah tangga dan home industri skala kecil, sementara industri besar di wilayah Desa Setu Wetan tidak ditemukan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah desa sudah menyediakan TPSS beserta sistem pengelolaannya. Partisipasi warga sangat penting agar lingkungan tetap bersih dan sehat,” pungkasnya. (Johan)













































































































Discussion about this post