MAJALENGKA, (FC), – Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Majalengka, juga terkena Imbas kenaikan harga BBM.
Mereka pun akan menyesuaikan harga produk jualannya, jika harga bahan pokok lain ikutan naik.
Salah seorang pelaku UKM Majalengka, penjual minuman tradisional, Winarsih mengatakan, kenaikan harga BBM di tengah situasi pandemi yang belum usai ini telah melukai hati masyarakat kecil dan para penjual yang punya usaha.
“Penjualan belum stabil, harga BBM malah naik. Jelas kami menolak. Tapi sekarang malah sudah dinaikkan, mu tak mau, jika semua harga sudah naik, maka produk saya pun pasti akan menyesuaikan harga, ya pasti naiklah,” ujarnya, Senin (5/9).
Pelaku UKM lainnya yang jualan batagor, Inah mengatakan hal yang sama. Dua bulan yang lalu, kenaikan harga minyak goreng telah cukup membuat dirinya dan para pedagang menyiasati situasi.
Kini ia harus menyesuaikan kembali harga jual batagor, mengingat harga BBM telah naik.
“Pastinya harga-harga lain akan mengikuti, akibat kenaikan BBM ini, maka kami pun akan menyesuaikan harga,” ujarnya.
Tukang ojek pangkalan Majalengka, juga merasakan hal yang sama. Kenaikan harga BBM sudah pasti berimbas akan menaikkan ongkos perjalanan untuk penumpang yang menyewa jasa mereka.
Menurut mereka, jasa yang mereka tawarkan juga termasuk dalam kategori pelaku UKM.
“Kita pelaku UKM juga, cuma di bidang jasa. Sudah pasti kita naikkan ongkos jalan untuk pelanggan. Harga BBM Pertalite yang kini sudah terlanjur naik, membuat kami para ojek pangkalan akan menyesuaikan harga, supaya kami pun bisa bertahan,” ungkap tukang ojek di Kadipaten Majalengka, Ujang. (Munadi)















































































































Discussion about this post