“Jalan pompa airnya perlu dinyalakan lalu dimatikan dulu. Sehingga air dapat mengalir, dan itu berlangsung setiap pagi hingga sore hari. Masalah ini sebenarnya sudah kami keluhkan dengan melayangkan surat ke PDAM hingga dua kali, namun belum ada respon ataupun tindakan,” tandasnya.
Sedangkan, di RW 04 warganya sudah menggunakan pompa air sejak lama. Karena, ketika dulu sempat mengajukan petisi ke PDAM. Namun, tidak ada tindakan sama sekali, sehingga masyarakat menyerah dan beralih menggunakan pompa air.
“Sudah 3 tahun sih, kaya gini makanya pada ganti pompa air, karena airnya ga nyala mulai dari pagi sampai sore cuma nyala di malam hari tapi karena, saya pakai pompa air dan ada sumur bor jadi cukup untuk minum.” ujar Ahmadi selaku warga RW 04.
Bahkan, ketika di malam hari pun jarang mengalir dan kalaupun mengalir hanya di beberapa rumah saja. Terkadang, warga mengantri di malam hari untuk mengambil air di Balai Pertemuan Kampung (Baperkam) dan itu pun terbatas.
Menanggapi hal ini, Direktur Teknik Perusahaan Daerah Air Minum (Dirtek PDAM) Suyanto mengungkapkan, jika masalah air di RW 10 terjadi dikarenakan air yang belum tercukupi untuk penduduk Kota Cirebon yang berjumlah lebih dari 40.000 jiwa.
Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan air Kota Cirebon, akan ada penambahan debit air dari proyek waduk Jatigede yang juga telah ditandatangani oleh Wali Kota Cirebon Nazrudin Azis.











































































































Discussion about this post