KAB.CIREBON, (FC).- Penggalangan dana pembangunan Gedung PGRI Kecamatan Ciledug melalui penyebaran amplop ke sekolah-sekolah menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa.
Sejumlah wali murid menilai praktik tersebut kurang transparan dan berpotensi membebani masyarakat, meskipun disebut sebagai sumbangan sukarela.
Salah seorang wali murid, Jaelani, mengaku tidak mempermasalahkan tujuan penggalangan dana tersebut. Namun, menurutnya, tidak semua orang tua mampu merespons kebijakan tersebut.
“Tujuannya mungkin baik, tapi belum tentu semua orang tua bisa menerima atau berpartisipasi. Apalagi kondisi ekonomi tiap keluarga berbeda,” ujarnya, Selasa (7/4).
Ia menambahkan, jika tidak dikelola dengan baik, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih jika menjadi perbincangan di media sosial.
Hal senada disampaikan Kuwu Desa Jatiseeng Kidul, Dadang Darmawan. Ia menilai pengumpulan dana untuk kepentingan organisasi guru seharusnya tidak melibatkan siswa maupun orang tua.
“PGRI itu organisasi guru, jadi seharusnya iuran dari internal guru saja, bukan dibebankan ke murid atau orang tua,” tegasnya.
Menurutnya, jika dana tersebut untuk pembangunan gedung, mekanisme pengumpulan harus jelas dan idealnya diajukan melalui struktur organisasi yang lebih tinggi.
Ia juga menyoroti penggunaan istilah “sumbangan sukarela” yang dinilai berpotensi menimbulkan persepsi berbeda jika tidak disertai kejelasan peruntukan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PGRI Kecamatan Ciledug, Surkim, membenarkan adanya penyebaran amplop sumbangan ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK.
“Amplop tersebut sebagai ajakan kepada guru, siswa, dan orang tua yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan Gedung PGRI,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sumbangan tersebut bersifat sukarela tanpa paksaan dan tidak ditentukan nominalnya.
“Tidak ada kewajiban. Berapapun yang diberikan kami terima, dan jika tidak menyumbang pun tidak menjadi masalah,” katanya.
Surkim menyebut, sejumlah sekolah telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut. Ia juga memastikan pihaknya akan mengelola dan mempertanggungjawabkan dana secara transparan.
Pihaknya berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang dan meredam polemik di masyarakat.
Sementara itu, sejumlah orang tua siswa berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait agar praktik serupa tidak menimbulkan beban tambahan, khususnya di sektor pendidikan. (Nawawi)











































































































Discussion about this post