KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cirebon akan nebggalakan program padat karya di tahun 2021. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang tak miliki pekerjaan dan terdampak pandemi covid 19.
Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Drainase DPUPR Kota Cirebon Eko Budianto menyampaikan, target penggalakan program ini guna meningkatkan dan memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) agar produktif.
Eko mengungkapkan, padat karya yang baru direncanakan ini disebabkan adanya kebutuhan baik untuk pengurasan drainase maupun untuk menggiatkan perekonomian. Terlebih lagi, bagi masyarakat yang mengalami krisis ekonomi akibat terdampak pandemi covid 19 dan tak memiliki pekerjaan.
“Karena, pekerjaan kita nanti kedepan banyaknya untuk pengurasan drainase, dan pengurasan ini kan pekerjaan yang sifatnya sederhana yaitu membersihkan selokan. Jadi, bisa kita swakelola dan dengan adanya swakelola tidak perlu di pihak ketigakan untuk pekerjaan ini dan swakelola ini programnya sama dengan padat karya,” ungkap Eko, Rabu (7/10).
Selain itu, adapun rencana kedepannya program padat karya ini dapat di organisasikan dan dibantu kelola oleh pihak kelurahan di tingkat RT atau RW. Sehingga, kedepannya ketika akan ada rencana atau proyek baru yang sekiranya dapat ditangani oleh padat karya maka, bisa dilakukan kerja sama.
“Ya, mungkin nanti bisa akan dibuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti program Padat Karya baik melalui kalurahan ataupun langsung ke PU, dan kegiatan ini harapannya dapat dikelola oleh tingkat-tingkat kelurahan,” ucap Eko.
Sehingga, sambung Eko, ketika di suatu bulan ada kegiatan untuk padat karya maka barulah diinformasikan melalui kelurahan tersebut untuk kegiatan padat karya ini.
Nantinya, lanjut Eko, masyarakat yang turut mengikuti program padat karya ini akan dibuat gelombang atau kelompok. Jadi, apabila dalam kurun waktu tertentu ada giat yang terus beruntun terjadi akan ada rotasi petugas.
“Karena, kan semua orang butuh pekerjaan dan butuh pemasukan. Jadi, harus ada pergantian personil atau kelompok,” katanya.
Adapun, untuk pembayarannya pun dapat dilakukan perhari atau perminggu, bergantung pada kebutuhan dan kesepakatan. Dalam hal ini, Eko juga menyampaikan titik drainase yang akan digalakan dengan program Padat Karya di tahun mendatang, rencananya akan dimulai di kawasan Kartini.
Untuk personil yang dibutuhkannya pun, akan disesuaikan dengan proyek yang berjalan. Karena, dimungkinkan akan butuh banyak personil yang direkrut dan dipekerjakan. Sebab masih banyak titik drainase yang belum dibereskan.
“Ya nanti, masalah permeternya itu perlu berapa orang akan ada analisis terlebih dahulu. Karena, kan sekarang ini yang mengerjakan proyek di Siliwangi ini dari perusahaan penyedia jasa,” ungkap Eko.
Upaya yang dilakukan Dinas PUPR ini sendiri dilakukan dalam rangka mengurangi intensitas banjir sudah mulai lakukan pembersihan drainase di Kota Cirebon. Sebab, sudah hampir kurang lebih 50 tahun belakangan ini banyak drainase yang masih belum dibersihkan atau dikuras.
Hal ini tentunya, perlu dilakukan pengurasan sedimen-sedimen di dalam drainase yang sudah puluhan tahun mengendap dan kerap menyebabkan banjir mendadak tiap kali hujan tiba. Makanya, DPUPR berharap pengadaan program ini dapat berjalan secepatnya di Tahun 2021 mendatang.
“Tentunya, kita harapkan segera terlaksana ya, tapi kita akan kembalikan lagi keputusannya kepada beliau (Wali Kota Cirebon Nazruddin Azis),” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)
















































































































Discussion about this post