KOTA CIREBON, (FC).- Luas lahan pertanian Kota Cirebon dari tahun ke tahun semakin menyusut. Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon mencatat, sampai dengan tahun ini, luas lahan pertanian tersisa 172 hektar. Penyusutan lahan pertanian ini diakibatkan alih fungsi lahan untuk permukiman.
“Tahun ini berkurang lagi 3 hektar. Luas lahan pertanian yang tadinya 175 hektar, sekarang jadi 172 hektar,” kata Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPPKP Kota Cirebon, Sumarni kepada FC, Selasa (21/7).
Dari luas lahan itu, lanjutnya, produksi pertanian yang dihasilkan hanya 48 ton per tahun. Sedangkan kebutuhan pangan untuk penduduk Kota Cirebon sebanyak 91 ton per bulan. Namun begitu, ketersediaan pangan di Kota Cirebon selalu tercukupi.
Sebagai kota Perdagangan dan Jasa, Kota Cirebon menjadi sentral pasokan komoditas pangan dari wilayah III Cirebon. Berdasarkan hasil survey DPPKP ke pasar-pasar di Kota Cirebon, pasokan ketersediaan beras mencapai 500 ton perbulan.
“Kota Cirebon itu adalah kota perdagangan dan jasa. Panen dari daerah wilayah III itu muaranya ke Kota Cirebon. Jadi Kota Cirebon tidak akan kekurangan beras,” ujarnya
Pihak Bulog Cirebon sendiri, kata Sumarni, menyatakan memiliki 70 ribu ton ketersediaan beras. Kemudian Pemkot Cirebon juga masih mempunyai sisa Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) di Bulog sebanyak 18 ton.
“Punya kita di Bulog itu ada 18 ton sisa (bantuan beras) banjir kemarin,” katanya. (Andriyana)














































































































Discussion about this post