Johari menambahkan, pemerintah Desa Jatiseengkidul selalu berupaya maksimal dengan menganggarkan kegiatan peringatan hari besar Islam, agar umat islam dapat melestarikan dari ajaran yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallalahu ‘Alaihi Wa Sallam, sedangkan untuk santunan anak yatim anggarannya bersumber dari warga.
“Setiap tahunnya kami selalu menganggarkan dalam APBDes untuk kegiatan PHBI, untuk santunan anak yatim sendiri dari masing-masing warga yang mampu,” katanya.
Dijelaskannya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggungjawab setiap warga, terutama pemerintah Desa agar tidak menjadi pendusta agama dengan lalai terhadap anak yatim.
“Kegiatan santunan ini sudah digelar semenjak saya menjabat, bahkan sudah berkembang tiap-tiap blok untuk mengadakan hal yang sama, ini sebagai upaya mengingatkan agar warga Jatiseengkidul tidak lalay terhadap anak yatim,”tegasnya.
Kedepan, Johari merencanakan, dalam kegiatan peringatan tahun baru Islam terutama santunan anak yatim dapat mengajak banyak lagi warga untuk bisa menyisihkan rezekinya dalam berbagi dengan para yatim piatu.
“Rencana kami kedepan, kita akan mengajak warga lebih banyak lagi, untuk bersama-sama menyantuni anak yatim yang ada di Desa kami. Mudah-mudahan dengan doa dari mereka, bisa menjadikan Desa Jatiseengkidul menjadi Desa yang penuh dengan keberkahan” pungkasnya. (Harun)













































































































Discussion about this post