KAB. CIREBON, (FC).- Pengurus Koperasi Petani Tebu Rakyat Sari Manis Wilayah Kerja PG Tersana Baru melaksanakan RAT Tahun buku 2020, bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Dedy Jaya Ciledug.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Cirebon, Muhammad Ferry Afrudin melalui Kepala Bidang Koperasi, Edwin Widiyanto mengatakan, Dinas Koperasi sangat mengapresiasi terhadap RAT KPTR Sari Manis, karena itu merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus terhadap anggota selama tahun buku 2020.
“Untuk Rencana Kegiatan KPTR Sari Manis tahun 2021 saya nilai itu satu kondisi yang cukup bagus koperasi ini,” kata Edwin kepada FC, Rabu (17/2).
Sementara ini, dikatakan Edwin, keberadaan koperasi di kabupaten Cirebon beragam, dari aktifasi dari kefakuman dan juga membentuk koperasi baru yang berbadan hukum.
Sampai saat ini, koperasi yang terdaftar di kabupaten Cirebon ada 803, namun yang aktif hanya 260 koperasi.
“Tahun buku 2019 kemarin, yang RAT ada 136 koperasi, karena mungkin pandemi, mudah-mudahan di tahun ini lebih baik lagi,” ujarnya.
Edwin mengharapkan, koperasi-koperasi yang ada di kabupaten Cirebon lebih berkembang lagi, sesuai dengan tujuan utamanya yaitu mensejahterakan anggotanya.
“Pada pengurusnya agar lebih berkreasi dan berinovasi, karena itu salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut, dan untuk koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Cirebon segera melakukan RAT tahun buku 2020,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPTR Sari Manis, H. Cahyadi menjelaskan rapat anggota tahunan Koperasi sifatnya wajib dilaksanakan secara periodik sesudah tutup tahun buku.
“RAT merupakan forum kekuasaan tertinggi Koperasi untuk menilai pertanggung jawaban pengurus, pengawas dan partisipasi anggota dalam tahun buku yang lalu,” jelasnya.
Selain itu juga, kata Cahyadi, untuk menetapkan kebijaksanaan pengurus dalam tahun buku yang akan datang, menetapkan rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun buku yang akan datang.
“Untuk anggota di akhir Desember 2020 berjumlah 112 orang, karena pandemi Covid, yang diundang RAT kali ini sudah memenuhi kuorum dan diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker,” ungkapnya.
Untuk tahun buku 2020, tambahnya, pendapatan terbesar KPTR Sari Manis bersumber dari jasa bajakan (sewa traktor) dan jasa truk, sementara dari pendapatan jasa masih kecil.
“Untuk SHU sendiri masih kecil, kita akan salurkan sesuai AD/ART diantaranya untuk dana cadangan, anggota yang berjasa, anggota penyimpan, dana pengurus dan pengawas, kesejahteraan karyawan dan dana pendidikan koperasi,” ujarnya.
Untuk meningkatkan pendapatan KPTR Sari Manis agar kesejahteraan anggota koperasi lebih baik, ditambahkannya lagi, pengurus telah menyusun rencana kerja tahun buku 2021 terutama di bidang usaha dan permodalan dengan mengelola pupuk bersubsidi, jasa angkutan tebu, pembayaran jasa traktor dibayar tunai oleh pengguna dari hasil pinjaman dan melakukan perdagangan umum.
“Peran aktif dari anggota KPTR Sari Manis sangat diharapkan, karena berkembangnya koperasi ini bukan hanya peran aktif dari pengurus saja,” pungkasnya.
(Harun)















































































































Discussion about this post