KAB. CIREBON, (FC).- Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon meminta pekerjaan revitalisasi sungai Cijangkelok di Blok Cihoe, Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) agar bisa diselesaikan sebelum musim hujan tiba, dikawatirkan bila masih belum selesai akan mengancam permukiman warga sekitar sungai.
Hal itu terungkap saat pelaksanaan kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon di lokaai pekerjaan, Rabu (13/9).
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Mad Saleh kepada FC menyampaikan, kedatangannya ke lokasi pekerjaan revitalisasi sungai Cijangkelok lantaran adanya keluhan dari masyarakat dan Pemdes Ciledug Wetan yang melihat aituasi pekerjaan dimungkinkan masih lama, sementara musim hujan sudah sebentar lagi akan tiba, seperti biasanya daerah Blok Cihoe dan Blok Palabuan, Desa Ciledug Wetan merupakan daerah rawan banjir, sementara anak sungai Cigoang yang merupakan pembuangan sungai Cisanggarung menuju Sungai Cijangkelok saat ini ditutup sementara, karena untuk memudahkan pekerjaan angkutan revitalisasi.
“Dalam kondisi biasa saja warga setiap hujan turun selalu khawatir banjir merendam rumahnya, apalagi kalau anak sungai Cigoang ditutup, hal itu yang membuat warga mengadu kepada Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon,” jelasnya.
Lanjut menurut Mad Soleh, selain soal kekhawatiran warga akan ancaman banjir, pihaknya juga menyampaikan bahwa APBD Kabupaten Cirebon telah menganggarkan peningkatan jalan dari Cihoe ke Blok Palabuan sampai ke Desa Cilengkrang, serta pembenahan jembatan Cigoang dengan anggaran sekitar Rp2,2 miliar.
“Untuk itu kami memohon kepada pelaksana revitalisasi sungai Cijangkelok yang ada di lapangan untuk melakukan pekerjaan yang lebih menjadi skala prioritas agar tidak bertabrakan dengan rencana kegiatan dari APBD Kabupaten Cirebon,” harapnya.
Mad Soleh juga menambahkan, pasca kehadiran Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon dan melakukan komunikasi dengan pihak pelaksana revitalisasi singai Cijangkelok, akan bisa menemukan solusi atas apa yang menjadi kekhawatiran warga, baik soal banjir maupun kekhawatiran tidak terlaksananya pekerjaan peningkatan jalan dan rehab jembatan tersebut.
Pekerjaan revitalisasi aungai Cijangkelok yang melakukan pembronjongan sungai yang masuk di wilayah Kabupaten Cirebon sepanjang 1.200 meter dan di wilayah Kabupaten Brebes sepanjang 400 meter, diharapkan pelaksana bisa memilih mendahulukan pekerjaan yang bisa mengakibatkan dampak banjir untuk didahulukan.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran Komisi III ini, pelaksanaan pekerjaan revitalisasi sungai Cijangkelok kedepannya akan lebih baik dan pelaksana harus intensif melakukan komunikasi dengan pemdes selaku pemangku wilayah, agar kekhawatiran-kekhawatiran masyarakat tersebit bisa diselesaikan dan divarikan solusinya,” harapnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post