KAB.CIREBON, (FC).- Upaya menciptakan ekosistem kerja inklusif di Kabupaten Cirebon mulai menunjukkan hasil konkret. Melalui kolaborasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon dan Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC), sebanyak 32 penyandang disabilitas berhasil terserap ke sektor industri formal sepanjang periode 2024–2025.
Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari penguatan Program SOLIDER yang secara konsisten dijalankan bersama FKDC.
“Disnaker bersama FKDC telah menyalurkan 32 penyandang disabilitas ke berbagai perusahaan. Rinciannya, 26 laki-laki dan 6 perempuan kini telah bekerja di sektor formal,” ujar Novi, Rabu (11/2).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong dunia usaha agar membuka kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas, sejalan dengan prinsip keadilan dan inklusivitas ketenagakerjaan.
“Kami berkomitmen memastikan akses kerja yang adil bagi semua, termasuk rekan-rekan difabel,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FKDC Abdul Mujib menjelaskan, peningkatan penyerapan tenaga kerja disabilitas juga didukung oleh edukasi berkelanjutan kepada pelaku usaha. FKDC secara rutin menggelar pelatihan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta pelatihan bahasa isyarat bagi perusahaan.
“Masih ada pelaku usaha yang ragu karena belum memahami cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Pelatihan GEDSI dan bahasa isyarat menjadi kunci agar perusahaan lebih siap,” jelas Abdul Mujib.
Selain sektor formal, FKDC juga memperkuat pemberdayaan di tingkat desa melalui pembentukan Kelompok Difabel Desa (KDD) yang saat ini telah berjalan di tujuh desa di Kabupaten Cirebon.
Program tersebut meliputi pendataan warga difabel, penyediaan layanan konseling berbasis peer support, serta pengembangan UMKM yang dikelola penyandang disabilitas.
FKDC juga mendorong peningkatan kapasitas melalui pendidikan nonformal seperti Kejar Paket serta pelatihan soft skills untuk membangun etos kerja, disiplin, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Dengan terserapnya puluhan tenaga kerja disabilitas serta tumbuhnya UMKM difabel, FKDC berharap stigma negatif terhadap penyandang disabilitas di dunia kerja dapat terus ditekan.
“Kami membenahi dua sisi sekaligus, kesiapan teman-teman difabel dan pemahaman pelaku usaha, agar kepercayaan dunia industri terus tumbuh,” pungkas Abdul Mujib. (Ghofar)















































































































Discussion about this post