KOTA CIREBON, (FC). – Diangkatnya PRA Luqman Zulqaedin menjadi Sultan Sepuh ke XV masih mendapat kecaman dari keluarga kesultanan Cirebon. Selain penolakan jumenengan tersebut, pihak Kesultanan Cirebon mempertanyakan penyerahan nasab yang dilakukan pada saat Jumenengan.
Salah satu anggota kesultanan Cirebon, Ratu Latifah mempertanyakan pemberian nasab yang dilakukan pada saat jumenengan pada Minggu (30/8).
“Kok lucu ya pemberian nasab dilakukan pada saat jumenengan, seharusnya pemberian nasab bukan seperti pemberian penghargaan, tidak bisa sembarangan seperti itu,” kata Ratu Latifah kepada FC, Rabu (2/9).
Ratu Latifah mengatakan pemberian nasab itu ada aturan-aturan tersendiri. Pihaknya juga mempertanyakan kecakapan dari yang membuat nasab tersebut.
“Berarti kan yang melakukan pemberian nasab tersebut tidak mengerti, bahwasanya PRA Luqman Zulqaedin dari trah yang bagaimana, seolah-olah melegitimasi bahwa Luqman sebagai turunan sah Sunan Gunung Jati,” tuturnya.
Ratu Latifah juga meragukan siapa yang memberi nasab tersebut, karena pihaknya menilai bahwa yang memberikan nasab tersebut tidak mempunyai kompetensi dalam hal merunut trah Sunan Gunung Jati.















































































































Discussion about this post