KOTA CIREBON, (FC).- Tak terasa, sudah berjalan 6 bulan Hotel Santika Cirebon menjadi tempat singgah bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang negatif. Hotel Santika juga menuai pujian dan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto.
“Santika the best, karena sudah 6 bulan lamanya bantu kita, juga dengan hotel prima sudah 3 bulan, mereka sediakan singgah bagi nakes yang negatif dan juga apalagi Langensari karena sudah mau menerima pasien positif,” ungkapnya sembari acungkan dua jempol, Jum’at (2/10).
Sementara itu, Public Relation Hotel Santika Chicko Handoyo mengungkapkan, pihaknya benar-benar ingin turut berpartisipasi membantu dan bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dalam memutus mata rantai covid 19 di Kota Cirebon.
Chicko juga menyampaikan alasan lain, menerima para nakes tersebut karena diminta oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dan Dinas Kesehatan (Dinkes) guna dapat menyediakan akomodasi bagi para Nakes.
“Ada 1 area khusus juga kita siapkan bagi para tenaga kesehatan yang menginap di Hotel Santika Cirebon. Proses check-in di hotel juga bagi para tenaga kesehatan dilakukan secara terpisah bisa lewat whatsapp kirim Foto KTP guna menjamin kesehatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya pada FC.

Selain itu juga, dalam persiapan lainnya yang dilakukan Hotel Santika Cirebon dalam melayani para Nakes ini diantaranya mengikuti arahan dan standar protokol kesehatan dari Dinkes Kota Cirebon mengenai tempat akomodasi bagi para tenaga kesehatan.
Beberapa diantaranya adalah pengadaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer yang sudah disediakan di beberapa titik area publik. Jaga jarak dan meminimalisir kontak dengan tamu juga tak ketinggalan dilakukan di hotel ini.
Dalam lift pun terdapat tanda panah yang menghadap ke segala sisi berbeda guna mencegahnya droplet antar penghuni hotel yang gunakan lift yang sama, berlaku di restorannya juga tidak dilantai terdapat batasan-batasan menggunakan lakban merah.
Untuk jarak dan posisi meja dan diatas meja pun terdapat tanda silang yang melarang pelanggan duduk di meja lebih dari 2 orang.
“Area memang sudah disiapkan khusus bagi nakes. Tapi untuk bookingnya itu tidaklah full booking, artinya cuma 1 orang paling 5 malam hitungannya perhari, bukan di booking full. Lalu setiap kamar mendapatkan makan tiga kali dan laundry 2 pieces setiap harinya,” kata Chicko.

Sedangkan, untuk harga mereka mengikuti budget dari Pemkot karena tulus ingin turut berpartisipasi membantu Pemkot Cirebon dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon. Hingga saat ini, memang sudah diisi beberapa kamar oleh Nakes. Kurang lebih ada 10 kamar.
Mengikuti standar hotel, mereka lakukan pembersihan kamar menggunakan disinfektan guna sterilisasi kamar. Petugasnya pun menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan yang dianjurkan oleh Dinkes yaitu masker, sarung tangan, dan face shield atau pelindung muka.
Dalam mengapresiasi kerja para Nakes yang turut serta membantu pemerintah kota Cirebon dalam memberantas penyebaran covid 19. Hotel juga menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menerima para nakes. Artinya, hotel hanya menerima para nakes yang sudah melewati proses screening dari Dinkes kota Cirebon. (Sarrah/Job/FC).
















































































































Discussion about this post