MAJALENGKA,(FC).- Menanggapi keresahan para petani di desanya terkait adanya para pengangon bebek musiman dari luar daerah yang mengganggu tanaman padi menjelang panen, Kades Leuweunghapit Didi Suryadi terjun langsung mengusir para pengangon bebek yang sudah membuat masyarakatnya resah.
Kades Didi meminta secara baik baik agar semua yang ngangon bebek di wilayah pesawahan Desa Leuweunghapit untuk segera angkat kaki, karena musim panen belum beres.
Kades Didi mengultimatum agar Kamis sore semua bebek bebek yang diangon sudah tidak ada lagi yang berada di area pesawahan karena musim panen belum usai.
“Berhubung musim panen belum beres, Saya minta kepada para pengangon bebek untuk segera meninggalkan area di sini, saya kasih waktu sampai besok sore. Kalau teguran ini tidak digubris maka pemdes akan bertindak tegas,” ucap Kades Didi, Rabu sore (1/4).
Dikatakannya, Pemdes tidak melarang para pengangon bebek melepas ternak bebeknya di wilayah sini. Namun ya nanti setelah panen usai. Saat ini panen baru dimulai dan kebanyakan padi disini rebah akibat terpaan angin. Sehingga dikhawatirkan bebek-bebek tersebut mengganggu tanaman padi yang belum dipanen.
“Disamping petani mengeluh, para pengangon bebek juga tidak ada permisinya sama sekali ke yang punya wilayah dalam hal ini pemdes. Ya dari pada menimbulkan gejolak dengan petani, saya minta dengan legowo besok sore sudah meninggalkan tempat ini. Ngangon bebeknya nanti setelah panen usai,” pungkasnya.
Sementara itu para pengangon bebek yang berasal dari wilayah Kecamatan Susukan Cirebon, saat di tegur oleh Kades Leuweunghapit meminta waktu untuk menyiapkan kepindahannya. Dirinya tidak bisa sekarang pindah karena harus menyiapkan kendaraan pengangkut dan mencari wilayah pengganti buat ngangon bebek.
“Saya maklum, dan minta waktu untuk menyiapkan kepindahannya,” ujar pengangon bebek yang mengaku bernama Karta.
Terpisah, Dawing seorang petani merasa resah atas kehadiran ratusan bahkan mungkin ribuan bebek yang diangon di wilayah Desa Leuweunghapit. Keresahan ini dikarenakan panen belum usai sehingga dikhawatirkan bebek bebek tersebut juga memakan padi yang belum dipanen.
“Petani disini bukan melarang adanya yang ngangon bebek, cuma ya nanti manakala panen sudah usai,” pungkas Dawing singkat. (Munadi)














































































































Discussion about this post