Sementara itu, Bupati Kuningan, Acep Purnama mengatakan, FGD bisa terjadi berangkat dari obrolan kecil dan dibantu oleh tim percepatan pembangunan. Acep menjelaskan, yang dibicarakan hari ini (kemarin,-red) bagaimana percepatan pembangunan terutama daerah perbatasan dengan mengenyampingkan ego masing-masing.
“Yang akan kita bangun kami tidak berfikir siapa yang akan diuntungkan. Yang memisahkan kami ini hanya administrasi saja. Kalau kewajibannya sama, bagaimana kami mensejahterakan masyarakat. Yang penting untuk daerah perbatasan ini bagaimana kita mengatasi persoalan-persoalan. Jangan sampai daerah perbatasan tidak terbangun karena adanya saling lempar hak dan kewajiban. Nah disitu kita sudah sepakat, haknya kita sama kewajiban pun sama,” kata Acep Purnama.
Persoalan banjir yang dirasakan oleh Kabupaten Cirebon, Acep merasa itu hukum alam. Karena air akan mengalir ke daerah yang lebih rendah. Dimana air itu ibaratnya dipegunungan akan bermuara dilaut. Pegunungan punya Kuningan, Cirebon mempunyai laut.
“Kita ingin mengatasi persoalan ini bersma-sama. Caranya, bagaimana air kita olah untuk bisa bermanfaat. Disaat musim hujan tidak menyebabkan musibah banjir. Disaat kemaraupun air tidak kekurangan. Air dari kuningan yang mengalir ke Cirebon supaya lebih teratur kita tampung dulu di embung atau danau kecil,” jelas Acep.
“Lalu terkait dengan penanaganan banjir, lanjut Acep, pihaknya merasa Kabupaten Cirebon dan Kuningan ini sama-sama terlintasi oleh sungai-sungai yang semuanya sungai itu bermuara kelaut Jawa. “Kami melihat ini sebuah persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Kita selesaikan bersama, termasuk akan berkoordinasi dengan BBWS untuk kita desak agar segera me normalisasi sungai. Karena dulu tidak pernah terjadi banjir, sekarang terjadi banjir hanya persoalanya terjadinya sedimentasi didasar sungai,” tambahnya.
Dikatakan Acep, dalam kesempatan diskusi tersebut, ada 20 titik yang di bahas dan akan diselesaikan segera. Bupati Cirebon akan ditindaklanjuti oleh seluruh SKPD nya, demikian juga pihaknya.
“Dan akhir bulan ini kami dari masing-masing SKPD sudah ada satu kesamaan pandangan untuk bagaimana mewujudkan kebijakan dalam mengatasi persoalan yang kita bahas hari ini. Contoh kecilnya ialah pengembangan pariwisata bersama dan saling menguntungkan,” tukasnya. (Ghofar/FC)
















































































































Discussion about this post