KUNINGAN, (FC).- Musim penghujan bisa jadi salah satu faktor kerusakan jalan. Akan tetapi ketika warga protes tentunya rusaknya jalan bisa jadi bukan karena musim penghujan, namun pembiaran dari pemerintah yang belum menyentuh dalam merawat jalan.
Seperti yang dilakukan warga Desa Luragung Landeuh yang melakukan aksi protes terhadap pemerintah karena akses jalan penghubung dua kecamatan yaitu Luragung menuju Cidahu rusak parah. Aksi itu dituangkan dalam bentuk menanam pohon di tengah jalan yang berlubang yang kebetulan berkubang usai hujan.
Menurut mereka, jalan rusak tersebut, bukan 1 minggu, 1 bulan, 2 bulan ini, melainkan sudah lebih dari 6 bulan lamanya tak kunjung di perbaiki. Bahkan kerusakan jalan ini kalau ditotal bisa mencapai 1 kilometer.
Seperti disebutkan Ade Setiana warga Desa Luragung Landeuh, bahwa penanaman pohon pisang ini merupakan bentuk kepedulian warga sekaligus kekesalan warga karena kondisi jalan rusak tak kunjung ada perbaikan.
“Ini bentuk perhatian warga terhadap pengguna jalan agar berhati – hati, maka di tanam pohon pisang agar bisa dihindari lubang jalannya. Dan juga sekaligus bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak melakukan perbaikan jalan,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Ade, jika musim kemarau kemarin, jalanan tersebut berdebu dan lubang – lubang tak beraturan itu banyak bebatuan yang keluar. Dan musim hujan saat ini justru jalan itu menjadi seperti kolam kecil.
Bagi Ade, jalan tersebut merupakan akses jalan vital, karena sering dilalui masyarakat yang menuju kecamatan Cidahu. Dia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan bisa segera mengambil langkah atas rusaknya jalan itu. (ali)












































































































Discussion about this post