KUNINGAN, (FC).- Bank Indonesia terus berupaya mendukung perekonomian dan membentuk ekosistem keuangan yang masif, digital, inklusif dan hijau.
Hal ini diwujudkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon melalui penyelenggaraan Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF), yang di tahun 2024 ini memasuki tahun ke-9.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Anton Pitono mengatakan, CEF 2024 bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mendukung stabilitas harga, mendukung ekonomi dan keuangan digital, serta mendukung pengembangan ekonomi syariah.
Tahun ini untuk pertama kalinya penyelenggaraan CEF dilaksanakan di Kabupaten Kuningan.
Pemilihan lokasi Kabupaten Kuningan didasari potensi pengembangannya di Kawasan Metropolitan Rebana sebagai pusat kawasan wisata.
“Kuatnya potensi wisata tersebut tentu akan mendorong kinerja ekonomi lokal khususnya UMKM dan harapannya akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kuningan,” ungkap Anton dalam sambutannya di Opening Ceremony CEF 2024, Jumat (26/7).
Selain untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, lanjut Anton, sektor UMKM merupakan kunci penting/backbone dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang positif dan menjaga stabilitas harga.
Di tahun ini, Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,7%-5,5% (yoy).
Untuk mencapai tingkat pertumbuhan tersebut, UMKM memiliki peran yang siginifikan mengingat kontribusinya terhadap perekonomian nasional mencapai sebesar 61%.
Dari segi penyaluran kredit di wilayah Ciayumajakuning, penyaluran kredit ke sektor UMKM terus meningkat dan telah mencapai 31% terhadap total kredit dengan posisi nominal kredit yang tersalurkan pada triwulan II 2024 tercatat sebesar Rp23,8 triliun.
Di sisi lain, kontribusi UMKM terhadap kinerja ekspor nasional saat ini sudah mencapai 15,7%, namun masih perlu ditingkatkan dengan memberikan pendampingan usaha dan fasilitasi pemasaran untuk membuka peluang ekspor kepada para pelaku UMKM.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Anton Pitono, menyampaikan komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lewat pengembangan UMKM dan akselerasi ekonomi keuangan digital.
Untuk memastikan kelancaran transaksi antara masyarakat dan para pelaku UMKM, Bank Indonesia telah menyiapkan berbagai inisiatif sistem pembayaran terkini yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CeMuMUAH), salah satunya adalah QRIS.
Selain itu, untuk meningkatkan jumlah
masyarakat dan pelaku UMKM yang bankable, Bank Indonesia secara konsisten mendorong keuangan inklusif dengan cara meningkatkan literasi keuangan serta menghubungkan para pelaku UMKM dengan perbankan.
Pelaku usaha UMKM juga diberikan pendampingan secara end-to-end dengan berpegang pada prinsip hijau dan digital sehingga sukses membawa produk UMKM go ekspor ke berbagai negara di dunia. (Andriyana)












































































































Discussion about this post