Dikatakannya, Desa Leuweunghapit wilayahnya terdiri dari dua blok, yakni Blok Cikamangi dan Blok Leuweunghapit. Selama ini, perangkat desa lebih dominan diisi oleh mereka yang dari Blok Cikamangi. Dari itu untuk memenuhi rasa keadilan, pihaknya menginginkan perangkat desa yang kosong diisi oleh mereka dari Blok Leuweunghapit.
Pemdes sudah membuka kesempatan bagi masyarakat Blok Lewuweunghapit untuk mengisi jabatan perangkat desa yang kosong tersebut. Hanya saja sampai saat ini tidak ada yang mendaftar, sehingga dengan terpaksa pihaknya merotasi perangkat yang ada.
“Jabatan Sekdes dan Kaur Keuangan adalah jabatan yang sangat vital, sehingga tidak boleh terlalu lama di Plt kan. Biarlah jabatan Kaur Umum yang sementara di Plt kan terlebih dahulu, sambil menunggu sampai ada warga yang mau mengabdi terhadap masyarakat,” pungkasnya singkat.
Terpisah, pemerhati sosial Kabupaten Majalengka H.Tete Sukarsa saat dihubungi via teleponnya mengatakan, keengganan kaum muda untuk menjadi perangkat desa saat ini, karena jabatan tersebut tidak menjamin kelanggengan dalam bekerja.
Walaupun perangkat desa bukan jabatan politik, namun faktanya hidup matinya perangkat desa tergantung kepada sang kades.














































































































Discussion about this post