Wahyu menjelaskan bahwa saber hoaks, memiliki tugas dan fungsi untuk memverifikasi informasi atau rumor yang belum jelas fakta-faktanya yang beredar di tengah masyarakat. Verifikasi informasi dilakukan melalui proses konfirmasi dan kompilasi serta pengolahan data-data dari sumber atau rujukan yang aktual dan kredibel.
“Hoaks merupakan informasi, berita, kabar yang dibuat-buat atau direkayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Dengan kata lain, hoaks diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan akan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya,” ungkap Wahyu.
Bahkan Hoaks, masih Wahyu, memiliki dampak seperti menimbulkan perpecahan, ini bisa ditimbulkan karena seseorang membenarkan informasi yang salah namun orang lain tidak percaya akan kebenaran tersebut karena ia memiliki bias informasi. Tidak percaya fakta, berita hoaks yang terlalu sering terkena pada pembaca akan terus terprovokasi oleh berita-berita palsu itu.
“Selain itu, bisa menimbulkan opini negatif, masyarakat akan memiliki sudut pandang negatif terhadap objek yang diberitakan, padahal yang diberitakan itu salah. Opini ini akan menjatuhkan pihak tertentu karena kesalahpahaman. Merugikan masyarakat, hoaks sama saja dengan penipuan, dengan hoaks masyarakat bisa saja rugi dalam hal materi. bahkan perselisihan,” jelas Wahyu.


















































































































Discussion about this post