Melalui kegiatan pelatihan cek fakta mandiri dalam program kejar Tabayun, dimana di Kabupaten Kuningan merupakan titik kesebelas program dari Jabar Saber Hoaks di tahun 2023, dikatakan Tommy bertujuan agar Ponpes di setiap kabupaten/kota mengimplementasikan bagaimana penguatan Literasi Digital khususnya menjelang Pemilu dari sisi agama, supaya tidak ada perselisihan antar kelompok yang berkepentingan dengan menggunakan dalil-dalil agama.
“Sehingga melalui pelatihan ini, khususnya para santri dan guru di setiap Ponpes supaya bisa melakukan cek fakta mandiri dari gadget dan smartphone yang dipegang atau dimilikinya, agar bisa secara otomatis dilakukan secara mandiri, cek dulu faktanya kalau masih katanya,” jelas Tommy. (Ali)
















































































































Discussion about this post