KUNINGAN, (FC).- Terkait program penggemukan kambing/domba di Kabupaten Kuningan, Bank Kuningan meluruskan isu miring di luar bahwa dana yang digunakan merupakan dana hibah. Padahal dana tersebut merupakan fasilitas dana pinjaman.
Direktur bank Kuningan H. Dodo Warda melalui Kasubag Dana Bagian Pemasaran Pada Kantor Pusat Bank Kuningan, Arief Komara menjelaskan, Bank Kuningan mendapat fasilitas pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sebesar 25 Miliar.
Namun dana yang baru digulirkan saat ini sebesar 15 miliar, mengingat program tersebut masih belum selesai karena adanya kendala, dan baru 55 persen.
Kendala tersebut, dijelaskan Arief, bahwa dari perizinan pengiriman karena domba dari NNT, kemudian saat diproses lengkap pada akhir maret kemarin, ternyata terbit larangan melakukan aktivitas seperti biasa dari pemerintah dan penutupan pelabuhan saat Covid -19 kemarin.
“Baru bisa dikirim pada bulan April-Mei, dan itu juga memanfaatkan kapal barang, bukan kapal hewan ternak,” ujar Arief.
Diakui Arief, bahwa kendala yang belum tuntas saat ini pihak suplier sedang menyelesaikan kepada peternak sejumlah 508 peternak dengan masing-masing peternak menerima 18 ekor, dan saat ini baru sekitar 55 persen jumlah peternak yang menerima kambing/domba.
Untuk program pengemukan sendiri, diakui Arief, pihak Inkopmart mengundurkan diri, dan tentu program ini dihentikan, baik yang sudah dikirim maupun belum sudah dijanjikan oleh pihak Inkopmart akan diselesaikan.
“Ada beberapa yang belum diselesaikan yaitu kewajiban inkopmart yaitu domba yang belum dikirim. Dan kewajiban ke Bank Kuningan kaitan dengan kreditur. Dan inkopmart sendiri berjanji bulan ini akan di selesaikan, meskipun sudah menyatakan mengundurkan diri di hadapan Komisi II secara lisan beberapa waktu lalu,” jelas Arief.
Untuk saat ini, Arief membenarkan bahwa posisi Bank Kuningan dirugikan, termasuk para peternak.
Bahkan banyak domba dari luar pulau banyak yang mati, namun tidak merugikan para peternak, karena sudah tanggungjawab pihak Inkopmart.
“Untuk urusan keuangan ini siklusnya dari pihak Inkopmart dengan Bank Kuningan saat ini, karena peternak hanya menerima barang saja. Karena domba itu nanti di beli lagi oleh Inkopmart,” kata Arief.
Jika tidak selesai di bulan ini, Arief mengaku tidak bisa memberikan jawaban karena pihaknya hanya sebagai petugas monitoring. Dia menyerahkan ke pihak direksi.
Kewajiban pokok masing -masing peternak, disebutkan Arief, sekitar 25 juta belum termasuk bunga, dan itu semua diselesaikan oleh Inkopmart.
Mengingat sudah ada panen beberapa waktu lalu, wilayah selatan dari 1200 domba ada kematian 50 persennya.
“Dan kalau itu dibebankan peternak tentu tidak mungkin, untungnya tanggungjawab perusahaan yaitu Inkopmart. Meski dengan pembayaran bertahap,” jelas Arief.
Meski ada kendala, namun Bank Kuningan menurut Arief, masih mendapat keuntungan dari bunga meskipun kecil, kemudian pangsa pasar Bank Kuningan akhirnya bisa di kenal hingga pelosok. (Ali)











































































































Discussion about this post