Pria yang juga Wakil KNPI Majalengka ini, mengatakan mengapa mahasiswa harus melakukan unjuk rasa, karena sejarah telah membuktikan, jika peristiwa besar di dunia termasuk di negeri ini, tidak lepas dari aktor intelektual di belakangnya mahasiswa. Yang merupakan kaum intelektual yang kerap menjadi penggagas utama dalam setiap perubahan yang terjadi di bumi pertiwi ini.
“Latar belakang aksi atau unjuk rasa harus menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak, menjawab kegelisahan masyarakat, aspirasi rakyat yang tidak tercapai, musuh bersama, kinerja pemerintah yang lamban dan lain sebagainya,” ungkap Ketua LTN NU Kabupaten Majalengka ini.
Ketua Panitia Pelaksana LK I HMI, Dwi Rahmayanti menambahkan, pelaksanaan LK HMI ini baru awal dari semuaanya, karena itu selaku kader HMI sudah semestinya melaksanakan kaderisasi agar kuantitas dan kualitas seimbang.
“Kader HMI harus memiliki intelektual, wawasan yang luas, dan militansi yang tinggi agar bisa dibedakan dengan mahasiswa lainnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Dia menambahkan, terkait materi dalam LK ini, terdiri dari sejarah perjuangan HMI, manajeman kepemimpinan dan organisasi, konstitusi HMI, mission HMI, Nilai-nilai dasar Perjuangan (NDP), manajemen aksi, teknik persidangan dan lain sebagainya.
“Untuk pesertanya, dari sejumlah kampus yang berada di wilayah Majalengka. Adapun narasumbernya, terdiri dari Koprs Alumni HMI (KAHMI) yang berkompeten dan memiliki keterampilan di bidangnya masing-masing,” katanya.
Ketua Umum Komisariat Ki Hajar Dewantara, Elga Utara menyampaikan, LK HMI bertujuan menciptakan dan merekrut kader HMI yang berkualitas dan mampu melahirkan kader yang berguna bagi masyarakat. Termasuk kader tangguh di tengah wabah virus corona.
“LK HMI ini merupakan salah satu persyaratan untuk masuk menjadi kader HMI. Adapun jenjang karirnya hingga LKI, LK II dan LK-III,” tukasnya. (Ibnu)












































































































Discussion about this post