“Ini benar nyata, semalam itu kan sedang membahas scenario AKB, ternyata ada laporan dari Labkesda Provinsi itu,” ujar Zul
Zul menyakini kenaikan angka positif ini karena melakukan swab massal. Untuk itu dia mengingatkan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Jadi akan sia – sia jika memberikan kelonggaran jika ada ada yang terpapar disekitarnya.
Ditempat yang sama, Kapolres Kuningan AKBP. Lukman Syafri Dandel Malik menyadiri pasca kelonggaran PSBB terjadi uforia masyarakat yang melupakan adanya covid – 19. Sehingga setelah dievaluasi ditemukan penurunan tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protocol kesehatan.
“Hemat kita, Pembatasan Social Berskala Mikro akan dilakukan lagi. Dan pembatasan ini harus dilakukan, untuk wilayah yang tercatat positif tadi. Sedangkan untuk wilayah makro seperti pusat perbelanjaan, wisata dan lainnya juga harus dilakukan pembatasan,” jelas Lukman.
Sementara, Dandim 0615 Kuningan Letkol Czi. Karter Joyi Lumi mengaku jika bisa tegas dan keras lagi kenapa tidak. Jika seperti ini ya artinya kita harus siap untuk berdamai dengan covid 19.
“Kami disini bekerja tanpa pamrih. Tanpa ada dukungan media yang positif agak susah mengendalikan masyarakat,” kata Dandim.
Terkahir, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hj. Susi Lusiyanti menambahkan bahwa kabar dari Provinsi Jawa Barat baru sekitar pukul 10 malam. Dia juga terkejut dengan hasil itu.
“Hasil Swab massal tahap pertama di lokasi Kecamatan Kuningan, Lebakwangi, Kramatmulya, Cilimus, Darma dan Cigugur. Totalnya ada 9 orang positif swab. Dengan rincian Cilimus 1 orang, Kramatmulya 3 orang, Kuningan 1orang, Cigugur 1 orang, Darma 1 orang, dan Lebakwangi 2 orang, dan semuanya masuk kluster Orang Tanpa Gejala,” jelas Susi. (Ali)














































































































Discussion about this post