KAB. CIREBON, (FC).- Tiga jenazah korban longsoran galian C Gunung Kuda kembali ditemukan.
Jenazah pertama atas nama Sakira (44) warga Blok Karang Baru, Desa Cikeusal, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon ditemukan sekira pukul 16.25 WIB.
Jenazah kedua atas nama Sanadi (47) warga Blok Karang Anyar, Desa Cikeusal, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon ditemukan sekitar pukul 16.50 WIB.
Dan jenazah atas nama Sunadi (30) warga Blok II Wanggung Wangi, Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon ditemukan pukul 17.25 Wib.
Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron mengakatan, di hari kedua pencarian korban longsoran galian C Gunung Kuda dilaksanakan hingga pukul 17.30 WIB.
Di hari kedua ini, tim SAR gabungan menemukan tiga jenazah yang tertimpa material longsoran.
“Untuk kondisi sendiri tentu kondisinya sudah meninggal. Tapi, kondisinya masih lengkap, cuma lecet-lecet saja. Posisi dekat alat berat yang lokasi titiknya itu berada di sebelah sektor timur atau sebelah kanan dari sini,” kata Dandim Yusron didampingi Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, Sabtu (31/5).
Saat ditanya masih ada sisa berapa korban yang belum terevakuasi, Dandim Yusron mengakatan, kalau perkiraan semula itu berjumlah 11 orang, artinya masih sisa 8 korban lagi yang belum ditemukan.
“Ketiga korban dibawa ke RSUD Arjawinangun sama seperti yang kemarin,” imbuhnya.
Kata dia, susuai keputusan bupati, pencarian korban ini dilakukan hingga 7 hari, artinya tim SAR gabungan masih mempunyai waktu 5 hari untuk melakukan proses pencarian korban yang belum ditemukan.
“Kita upayakan semaksimal mungkin untuk segera ditemukan. Jika lewat dari 7 hari masih ada korban yang belum ditemukan, tentunya kita akan melaporkan dan kita akan koordinasikan ulang dengan Forkopimda terkait apakah ini perlu adanya kelanjutan atau cukup sampai situ,” ungkapnya.
Saat ditanya kendala di lapangan pihaknya menjelaskan, kendalanya adalah longsor susulan itu yang perlu diwaspadai dan juga kondisi medan yang cukup berat
sehingga dari pihak operator ataupun dari pihak Basarnas itu juga perlu adanya langkah antisipasi di dalam penanggulangan atau pencarian korban ini.
“Intinya aman bagi yang pencari ataupun operator ataupun tugas-tugas kita,
sehingga tidak ada lagi korban-korban yang lebih lanjut. Karena kita berkaca pada di wilayah-wilayah yang lain seperti di Sumedang juga pernah kejadian seperti itu, 10 yang korban sehingga ada yang mengevakuasi, ada tambahan 20 sehingga total yang korbannya jadi 30. Nah, kita perlu hindari ya, keselamatan kerja itu nomor satu,” tandasnya. (Ghofar/FC)













































































































Discussion about this post