KUNINGAN, (FC).- Ratusan siswa maupun mahasiswa di Kabupaten Kuningan mendapat bantuan beasiswa dari Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Kuningan dalam program Peduli Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid -19.
Agenda yang berlangsung di Gedung IPHI Kuningan tersebut dilangsungkan sesuai dengan standar protokol kesehatan. Semua kursi diberi jarak dan tamu undangan diwajibkan mencuci tangan dan mengenakan masker, Selasa (29/9).
Ketua Baznas Kabupaten Kuningan H. Encu Sukat menyampaikan, wabah corona telah menimbulkan dampak yang luar biasa. Tidak hanya sektor kesehatan saja, melainkan sektor ekonomi dan pendidikan pun terkapar.
Banyak keluarga yang secara ekonomi terpukul. Para orang tua kehilangan pekerjaannya sehingga berpotensi anaknya terancam tidak bisa melanjutkan sekolah atau kuliah karena kesulitan dana.
Dalam situasi yang lebih buruk, orang tua dihadapkan pada pilihan dilematis, memberi makan keluarga atau membiayai pendidikan anak, ini berpotensi angka putus sekolah/kuliah meningkat.
Dalam jangka panjang, anak-anak yang berhenti sekolah/kuliah ini memiliki kemungkinan besar untuk menganggur, baik secara tertutup maupun terbuka. Ini bukan hanya secara akumulatif akan menurunkan produktifitas nasional, tapi membuat mereka terjebak dalam lingkaran tidak berujung kemiskinan struktural.
“Maka peran strategis Baznas dalam rangka mengentaskan kemiskinan adalah salah satunya melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui penyaluran beasiswa dan stimulan pendidikan sehingga Baznas hadir peduli pendidikan di tengah pandemi sebagai pemutus rantai kemiskinan,” jelas Encu
Penyaluran Beasiswa dan stimulan pendidikan ini, lanjut Encu, merupakan program Baznas Kuningan Cerdas sebagai salah satu unggulan dari lima program ”KUDUHA CERMAT” (Kuningan Peduli, Sehat, Cerdas, Makmur, Takwa).
Anggaran untuk Kuningan Cerdas sebesar Rp 964.400.000,-, dengan rincian Beasiswa SMA/SMK/MA & PT sebesar Rp 246.500.000,-, lalu Stimulan Pendididikan PT sebesar Rp 160.500.000,-, dan Beasiswa dan stimulan Pendidikan Santri sebesar Rp 80.000.000,- serta Stimulan Pendidikan Umum sebesar Rp 477.400.000,-.
“Jumlah penerima sekitar 321 siswa dan mahasiswa dari berbagai wilayah yang tersebar di Kabupaten Kuningan,” kata Encu.
Keberlangsungan program Baznas ini, dikatakan Encu, tidak akan terlepas dari komitmen bersama dalam rangka optimalisasi pengumpulan zakat. Dari mulai Presiden, gubernur hingga Bupati pun ikut serta dalam berkonstribusi terhadap pertumbuhan zakat.
Berkenaan dengan itu Kabupaten Kuningan pun berharap Maju sesuai dengan visinya Kuningan Maju melalui dorongan zakatnya.
Sementara Asisten Pemerintahan H. Dadi Hariadi mewakili bupati menyampaikan atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada Baznas atas kontribusi dan kepedulian terhadap pendidikan di kuningan, dan berharap program ini terus dilaksanakan dan ditingkatkan.
“Peyaluran zakat produktif dan beasiswa oleh Baznas ini sangat menunjang program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat dan juga mendukung mewujudkan visi pemerintah untuk menjadikan kuningan Ma’mur Agamis dan Pinunjul,” jelas Dadi.
Dadi juga mengingatkan bahwa situasi kuningan saat ini hampir masuk ke zona merah dalam pandemi Covid -19, tentu hal yang sangat memprihatinkan dengan munculnya klaster baru.
“Segala upaya dan usaha telah dilakukan baik secara lahiriah maupun batiniah, maka kami harapkan kepedulian dan kedisiplinan dari seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan demi memutus dan mencegah penyebaran covid -19,” kata Dadi. (Ali)










































































































Discussion about this post