KAB.CIREBON, (FC).‐ Pemerintah Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, menggelar Halal Bihalal usai Idulfitri 1447 Hijriah di kantor kecamatan setempat, Kamis (2/4).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pegawai kecamatan, unsur Muspika, para kuwu, lembaga kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat.
Camat Gebang, Iman Santoso, menyampaikan adanya perubahan komposisi pegawai dalam waktu dekat akibat mutasi dan pensiun. Ia juga mengungkapkan akan memasuki masa purna tugas pada Januari 2027.
Dalam kesempatan itu, Iman mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan momentum Idulfitri untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan.
“Minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Gebang AKP Wawan Hermawan menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.
Ia mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus mengedepankan pelayanan, termasuk pengamanan kegiatan tradisi masyarakat seperti arak-arakan.
Menurutnya, tradisi tersebut diperbolehkan selama tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan.
“Kami tetap mengamankan kegiatan tersebut, namun keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Kapolsek juga menyoroti sejumlah persoalan lalu lintas, di antaranya keberadaan toko permanen di bahu jalan yang dinilai mengganggu arus kendaraan dan berpotensi memicu kecelakaan.
Selain itu, ia mengingatkan pengendara agar tidak melawan arus dan tidak mengutamakan kecepatan.
Wawan menambahkan, pemerintah telah melakukan sosialisasi terkait aturan pelaksanaan arak-arakan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), namun implementasinya dinilai belum optimal.
“SKB ini harus menjadi pedoman bersama. Tradisi boleh berjalan, tetapi tetap harus tertib,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan sound system dalam arak-arakan yang kerap menimbulkan kebisingan, serta mengusulkan penataan kegiatan agar tidak berkeliling dan cukup dipusatkan di satu lokasi.
“Kenyamanan bersama harus diutamakan,” tandasnya.
Ke depan, pihaknya berharap adanya pembenahan dari seluruh pihak agar tradisi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan keselamatan publik. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post