KAB. CIREBON, (FC).- Bendungan Karet Tawangsari di Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon kembali mengalami kerusakan. Padahal, belum genap setahun bendungan tersebut diperbaiki Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) dengan menghabiskan anggaran puluhan miliar.
Terlihat, kondisi bendungan karet tenggelam dan tidak mengembang, sehingga air laut dan air sungai bercampur.
Hal itu diungkapkan Kuwu Desa Tawangsari Saerofik kepada Fajar Cirebon, Senin (31/10). Menurutnya, ia tidak mengetahui secara pasti keruskan apa pada Bendungan Karet Tawangsari yang kurang dari setahun diperbaiki oleh kontraktor tersebut.
“Ia mengalami kerusakan lagi, tapi kerusakan apanya saya tidak paham, karena saya bukan orang teknis takut salah ngomong,” ungkap Kuwu Tawangsari.
Dikatakannya, proses perbaikan Bendungan Karet Tawangsari nampaknya tengah dilaksanakan, dengan membuat struktur bangunan air yang dibuat sekaligus dipakai untuk sementara waktu atau yang juga disebut (Kisdam).
“Pembuatan Kisdam sendiri satu tahun yang lalu juga dilakukan saat pergantian karet pada bendungan itu,” ujarnya.
Pembutan Kisdam dilakukan untuk mengalihkan arus Sungai Cisanggarung, sehingga sekitar bendungan karet bebas air sungai. Hal itu dilakukan agar alat berat bisa turun dekat bendungan karet untuk mengangkat beberapa bagian bendungan karet yang akan diperbaiki.
Kuwu Desa Tawangsari pun mengaku kecewan dan menyangkan kerusakan tersebut, karena belum satu tahun pergantian karet pada Bendungan Tawangsari yang didatangkan dari luar negeri dengan menghabiskan anggaran puluhan miliar.
“Padahal peralatan tersebut didatangkan dari luar negeri dan menghabiskan puluhan miliar tapi sudah rusak lagi,” ucapnya.
Dikatakannya, banyaknya janji yang disampaikan oleh pelaksana perbaikan saat pergantian karet yang belum terealisasi.
” Tanggul bekas Kisdam itu sampai sekarang belum dibangun, padahal itu janji pelaksana akan dibangun tanggul. Masyarakat sudah resah apalagi sekarang sudah musim hujan lagi. Khawatir tanggul yang tipis akan jebol dengan besarnya arus Sungai Cisanggarung,” ungkapnya.
Ditemui di lokasi, Zaki yang mengaku sebagai pelaksana kegiatan perbaikan pada Bendungan Karet Tawangsari menjelaskan, kerusakan terjadi pada baut pengikat karet.
“ Perbaikan dilakukan harus menggunakan alat berat sehingga harus dibuatkan Kisdam agar alat berat bisa turun ke sungai,” ujar Zaki kepada Fajar Cirebon.
Diatakannya, kerusakan tersebut berawal saat pekerjaan selesai dilakukan waktu itu (tahun lalu), seharusnya dilakukan uji coba terlebih dahulu. Tetapi karena tuntutan masyarakat membuat bendungan yang baru terpasang tersebut langsung digunakan.
“ Akibatnya tidak bisa terpantau ada kerusakan atau kendala, ternyata ada baut pengikat sekitar 15 titik dan mengakibatkan kebocoran, atas kondisi tersebut maka harus dilakukan perbaikan oleh pelaksana proyek,” bebernya.
Zaki memperkirakan perbaikan saat ini akan memakan waktu sekitar 3-4 hari.
“ Karena harus menurunkan alat berat maka harus dibuatkan Kisadam, dan minggu depan pekerjaan sudah akan dikerjakan,” tandasnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post