MAJALENGKA. (FC),- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi secara resmi melepas ekspor perdana produk sepatu On Cloud Running yang diproduksi PT Home Well Indonesia di kawasan KIEM, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Sebtu (14/11) kemarin.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, hadirnya PT Home Well Indonesia di Majalengka bisa menjadi pemantik berkembangnya industri sepatu asal Majalengka sehingga mampu menapaki pasar dunia dengan lebih percaya diri.
“Ini merupakan titik awal untuk pertumbuhan ekonomi di Majalengka, dari ekspor akan dapat pajak, kemudian dari pajak lahir untuk industrialisasi, dan harus kembali lagi untuk layanan publik,” tegas Dedi.
KDM sapaan akrab Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya menghadirkan iklim industri yang lebih sederhana, hemat waktu, dan berorientasi pada hasil. Ia menilai terlalu banyak acara industri yang tersandera seremoni panjang sehingga mengganggu ritme kerja dan fokus utama perusahaan.
“Pesan saya industri itu harus efisien, nanti kalau ada acara seremoni gak usah pake tenda, cukup di kolong itu aja, Saya serius ini,” ujar Dedi sambil menunjuk bangunan pabrik yang belum selesai.
“Dan semuanya harus dipercepat waktunya, karena kita pada target saja, pada esensinya jangan banyak pidato karena bukan lomba pidato,” lanjutnya.
Menurut KDM, inti dari agenda seperti pelepasan ekspor ini tidak terletak pada rangkaian protokol panjang, melainkan pada bagaimana industri mampu menjaga kesinambungan suplai dan produksinya.
“Jadi esensinya adalah apa, melepas sepatu, dan kemudian nanti cerita apa yang jadi kebutuhan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi turut menyoroti kendala lahan di kawasan tersebut yang masih menyisakan persoalan, sekaligus memastikan bahwa masalah itu bakal ia tuntaskan pada pekan berikutnya di tingkat Kementerian Dalam Negeri.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah memperkuat konektivitas kawasan industri dengan mengoptimalkan sejumlah infrastruktur pendukung.
“Akses ke Patimban akan kita genjot, tol sudah terkoneksi, bandara ada di sini. Pemerintah Provinsi sangat serius menata industrialisasi Jawa Barat,” jelasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Direktur KIEM Tony Sukadil mengatakan, kedepan Majalengka akan menjadi pusat ekonomi baru yang akan menyumbang kepada pertumbuhan ekonomi regional Majalengka,
“Kawasan industri kita akan menjadi katalisator pertumbuhan yang paling utama, dan akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi keseluruhan jawa barat dan menuju kepada astacita dari bapak President yaitu pertumbuhan ekonomi 8%, nah itu yang kita sedang percepat terus,” jelas Tony.
“Alhamdulillah, dari pemerintah setempat dan masyarakat sekeliling dukungannya luar biasa, dan kita sendiri sekarang ini sangat mendukung penyerapan tenaga kerja sekarang ini untuk home well mencapai 1200 tenaga kerja, tanpa adanya calo dan preman dengan proses melalui Disnaker dan beberapa BLK yang memprioritaskan dari desa desa terdekat dan masyarakat majalengka. Mudah mudahan model ini akan menjadi perputaran berikutnya dan menjadikan majalengka bertumbuh luar biasa menjadi pusaran dunia dengan Brand “On Cloud,” pungkasnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Majalengka Eman Suherman menilai keberangkatan ekspor perdana ini menjadi tonggak baru yang menandai bahwa Majalengka kini bergerak dari wilayah penopang menuju pemain utama dalam industri berstandar global. (Munadi)
















































































































Discussion about this post