KUNINGAN, (FC).- Ratusan warga Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Padaringan yang digelar, Selasa (24/2).
Sejak pagi, masyarakat mengantre untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran menjelang Ramadan.
Program yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan itu menyediakan berbagai komoditas strategis, mulai dari beras, daging sapi, minyak goreng, gula pasir, hingga kebutuhan pokok lainnya.
Kepala Desa Haurkuning, Sartono, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan GPM di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat dalam menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan puasa.
“Ini momentum yang tepat menjelang Ramadan. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah karena program ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa siap mendukung penguatan ketahanan pangan. Saat ini, Desa Haurkuning memiliki program ternak kambing sekitar 40 ekor, serta menerima bantuan pupuk dan bibit kelapa hibrida dari dinas terkait.
Sementara itu, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan GPM di Haurkuning merupakan hari kedua pelaksanaan selama Ramadan tahun ini. Pemkab Kuningan menargetkan sedikitnya 25 kali pelaksanaan GPM, dengan harapan dapat bertambah hingga 32 kali melalui dukungan pemerintah provinsi dan pusat.
“Harapannya seluruh kecamatan bisa mendapatkan giliran,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Diskatan menyediakan 2 ton beras yang dijual Rp60.000 per 5 kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang berkisar Rp75.000. Daging sapi yang di pasaran mencapai Rp145.000 per kilogram dijual Rp120.000.
Wahyu menegaskan, program ini merupakan upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. “Kalau ada yang lebih mahal dari harga pasar, tidak perlu dibeli. Ini ikhtiar agar masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang,” tegasnya.
Selama Ramadan, Diskatan merencanakan 16 kali pelaksanaan GPM, ditambah satu kegiatan di Pendopo atau Mushola Ar-Rahmat pada 12 Maret mendatang.
Melalui GPM, Pemkab Kuningan berharap gejolak harga pangan dapat ditekan, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa terbebani lonjakan harga selama Ramadan. (Angga)











































































































Discussion about this post